RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Dusun Jenong Kulon, Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menyimpan situs sejarah peninggalan era Majapahit. Salah satunya Candi Pasetran. Tempat yang disakralkan umat terdahulu.
Nama Pasetran ini berasal dari kata Setra. Istilah yang dikenal umat Hindu terdahulu untuk penyebutan makam. Meski kondisi struktur candi sudah terlihat rapuh, akan tetapi, situs ini masih dirawat dengan baik. Perawatan dilakukan juru pelihara (jupel) candi, Sunasan.
Di era Majapahit, candi ini dianggap memiliki aura magis. Namun, belakangan magis tersebut luntur dengan sendirinya. Seiring keberadaan pemakaman umum warga setempat.
Di samping itu, jarak lokasi candi ini sekitar 3 km dari kawasan Ngoro Industri Persada (NIP), Kecamatan Ngoro, tepatnya di kawasan kaki Gunung Penanggungan. Sehingga, belum banyak diketahui oleh wisatawan dan relatif sepi dari aktivitas pengunjung.
”Candi itu diperkirakan sebagai tempat menyimpan abu jenazah pasca kremasi,” ujar Muhammad Nadi, warga Desa Wotanmas Jedong, Selasa (26/12) siang.
Struktur candi terbilang sederhana. Tersusun dari batu bata merah kuno berupa struktur pagar keliling berbentuk persegi. Tak hanya itu, sisi luar struktur pagar terdapat panil-panil berbentuk belah ketupat, serta sejumlah batu bermotif tersusun rapi. ”Di sisi luar areal candi dikelilingi kawat berduri untuk keamanan dan menjaga kondisi candi dari oknum tak bertanggung jawab,” tuturnya.
Objek wisata candi ini buka setiap hari untuk umum, tanpa dipungut biaya. Tak jarang wisatawan yang berkunjung untuk sekadar mengambil foto atau pengenalan sejarah. (Moch. Khasib)
Editor : Moch. Chariris