RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Situs Candi Selokelir di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, jadi temuan vital di kawasan Gunung Penanggungan. Situs warisan era Kerajaan Majapahit itu merupakan salah satu tempat pemujaan terbesar di sana.
Pahadi, Arkeolog BPK Wilayah XI Jatim sekaligus ketua Tim Ekskavasi Situs Candi Selokelir, mengatakan, candi bercorak Hindu-Buddha tersebut merupakan salah satu candi utama di antara sekitar 200-an situs yang ada kawasan Gunung Penanggungan.
Di antaranya, karena struktur candi lebih lengkap ketimbang lainnya. Terbukti, dengan ditemukannya yoni, kelir, arca, hingga altar yang ada pada situs tersebut. "Kami sudah temukan altar berukuran sekitar dua meter persegi di sisi utara candi. Tidak semua situs (di Gunung Penanggungan) ada altarnya," terangnya.
Dikatakannya, struktur situs warisan Kerajaan Majapahit era Ratu Suhita terbilang megah. Sebab, dinding candi saat itu sudah dilengkapi panel relief yang istimewa. Puluhan sisa patahan batu andesit yang ditemukan pada ekskavasi tahap empat itu punya corak indah. Tampak menggambarkan manusia, tumbuhan, dan hewan.
"Temuan panel relief ini indah sekali. Coraknya terbilang masih bagus, karena masih terlihat jelas. Tapi waktu ditemukan kondisinya tidak sambung dan berurutan. Namanya juga runtuhan ya," urainya.
Kemegahan bangunan suci yang didirikan pada tahun 1360 Saka itu ditunjuang dengan struktur punden berundak. Sekaligus dengan tiga halaman yang mengelilinginya. Hanya saja, tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim belum bisa mengungkap struktur dinding keliling, serta gapura situs untuk melengkapi bukti kemegahan situs. Namun, hal tersebut jadi salah satu target ekskavasi tahap berikutnya depan.
”Selokelir ini salah satu situs utama dari sekitar 200 situs di Gunung penanggungan. Termasuk jalur kuno kereta kuda itu," tandas Pahadi.
Editor : Moch. Chariris