RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Belakangan ini mulai banyak ditemuan candi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dari yang ada di sekitar lereng gunung, kebun milik warga, hingga di tengah areal persawahan.
Salah satunya adalah Candi Watesumpak. Dulunya, candi tersebut ditemukan warga di lahan perkebunan milik Kuswari, warga Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. ”Bapak saya, Pairin, tidak sengaja menemukan struktur candi ketika menggali tanah untuk membuat batu bata pada tahun 1994,” ujar Kuswari, sekaligus juru pelihara (jupel) Candi Watesumpak.
Atas temuan itu, Candi Watesumpak lantas dilakukan ekskavasi oleh Balai Pelestarian Kebudyaan (BPK) Wilayah XI Jatim bersama tim arkeolog. Masing-masing di tahun 2008 dan 2022. Dia area situs candi seluas 25 x 25 meter ini ditemukan adanya tembok berbentuk persegi. Kemudian terdapat struktur batu bata menyerupai stupa, dan di atasnya ada empat makam.
Namun, belakangan ini, proses ekskavasi candi diberhentikan sementara untuk kepentingan pengembangan riset. Sehingga, demi keamanan dan menjaga kondisi struktur candi, ditutup sementara menggunakan terpal.
Selain itu, temuan lainnya selama ekskavasi, tim berhasil mendapati struktur tembok bermotif, bebatuan kuno, dan tembikar. ”Setiap bulan pasti ada pengecekan oleh BPK Wilayah XI Jatim,” imbuh pria 48 tahun ini.
Memang, fungsi di antara penemuan candi tersebut sejauh ini belum dapat dipastikan. Hanya saja, warga dan wisatawan meyakini, candi diduga peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut dulunya adalah tempat yang disakralkan. ”Biasanya menjelang bulan purnama, terdapat wisatawan mandi kembang di area candi ini,” ungkapnya.
Di samping itu, tak jarang pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan, baik dari dalam atau luar kota datang berkunjung, untuk sekadar observasi atau edukasi sejarah. ”Tidak ada tarif bagi siapa pun yang ingin mengunjungi candi ini,” tandas Kuswari. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris