RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Situs Candi Shiwa di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto memang kerap kali didatangi pengunjung dan wisatawan dari luar kota. Seperti, Jogjakarta, Solo, Bali, hingga Jakarta.
Para pengunjung tersebut datang ke situs Candi Shiwa dengan berbagai tujuan. Ada yang datang dengan tujuan observasi, hingga menggelar ritual-ritual tertentu. ”Biasanya beberapa tamu datangnya waktu malam hari, sekitar jam 12 malam,” kata Muslimin, warga setempat, Minggu (17/12).
Sejumlah orang meyakini salah satu sumber sumur di sisi selatan situs, menyimpan air mujarab dan bernilai mistis tersendiri. Sering kali, pengunjung datang mengabil air dari sumur untuk mencuci muka, dikonsumsi, hingga dimanfaatkan untuk mandi dengan niat tertentu. Mereka meyakini air tersebut membantu menyehatkan jasmani.
”Salah satu sumur itu diyakini banyak orang memiliki nilai mistis dan khasiat. Jadi, sering digunakan orang untuk tujuan kesehatan jasmani dan rohani, hingga menambah kewibawaan,” tutur Muslimin.
Meski demikian, sejauh ini situs tersebut kurang mendapat perhatian dan perawatan setelah di ekskavasi tahun 2010 silam. Tak ada juru pelihara secara resmi bertugas menjaga dan merawat situs Candi Shiwa. Selain pihak dari keluarga pemilik tanah yang merawat situs.
”Situsnya kan tidak boleh diubah-ubah. Jadi pihak keluarga pemilik tanah juga bingung harus bagaimana menangani tanah tersebut,” tambah Amin Mulyati, saudara pemilik tanah, Zulianik, warga Mojoagung, Jombang. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris