Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Eks Perkantoran Dam Rolak Songo, Saksi Bisu Sistem Kerja Rodi di Era Kompeni

Moch. Chariris • Jumat, 15 Desember 2023 | 22:19 WIB
MANGKRAK: Eks Perkantoran Dam Rolak Songo yang berdiri di perbatasan Mojokerto-Sidoarjo Dusun Jabon, Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, dibiarkan mangkrak. (foto Rizki Firmansyah)
MANGKRAK: Eks Perkantoran Dam Rolak Songo yang berdiri di perbatasan Mojokerto-Sidoarjo Dusun Jabon, Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, dibiarkan mangkrak. (foto Rizki Firmansyah)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS,COM - Selain terkenal dengan sembilan pintu air legendaris bergaya arsitektur Belanda, Dam Rolak Songo di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, juga dilengkapi bangunan tua. Bangunan itu diduga bekas kompleks perkantoran sejak zaman kompeni saat membangun Rolak Songo.

Bangunan khas Negeri Kincir Angin ini masih berdiri kokoh di sisi timur Sungai Brantas, Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Kondisi gedung perkantoran era kolonial yang hampir berusia dua abad ini terlihat mangkrak. Coretan aksi vandalisme menghiasi beberapa sudut ruangan.

Meski masih tampak kokoh, sebagian dinding bangunan terlihat rusak dan dijalari akar tumbuhan. Bahkan, banyak daun-daun pintu dan jendela hilang.

Juru kebersihan, Sudarmaji, menyebutkan, kompleks perkantoran Dam Rolak Songo dibangun antara tahun 1846 hingga 1880. Keyakinan itu berdasarkan angka tahun yang terpatri di dua bongkahan batu di bawah pohon beringin.

Pohon berukuran besar itu menjulang tepat di depan bekas bangunan perkantoran era Belanda. ”Sudah tidak berpenghuni, dan tidak difungsikan lagi selama puluhan tahun,” terangnya.

BERSEJARAH: Diduga menjadi bukti penerapan sistem kerja rodi kepada para pribumi sejak tahun 1846 silam. (foto Rizki Firmansyah)
BERSEJARAH: Diduga menjadi bukti penerapan sistem kerja rodi kepada para pribumi sejak tahun 1846 silam. (foto Rizki Firmansyah)

Sudarmaji menceritakan, usai ditinggalkan kompeni, bangunan tersebut sempat digunakan sebagai Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. "Berdasarkan cerita orang sepuh, tempat ini dulu memang menjadi tempat penyimpanan rempah-rempah dari hasil setoran petani. Usai penjajah pergi dari Indonesia, gedung ini sempat difungsikan pihak pekerjaan umum," tutur pria 54 tahun tersebut.

Kompleks perkantoran itu terdiri dari empat gedung utama. Meliputi, kantor pengelola sungai, dinas perairan, bengkel tempat menyimpan alat-alat berat, serta sebuah gudang yang konon menjadi tempat pengumpulan rempah-rempah yang disetor warga pribumi.

Menurut versi lain, bekas bangunan ini juga dirumorkan terdapat bekas penjara bawah tanah. Namun, penjara yang menjadi tempat untuk menahan pribumi di era kolonial itu, kini sudah terkubur.

”Menahan dan menghukum pribumi yang mungkin melakukan kesalahan saat pengerjaan proyek dam rolak songo dulu. Waktu diterapkannya kerja rodi," pungkas Sudarmaji. (rizki firmansyah)

Editor : Moch. Chariris
#belanda #rolak songo #Kompeni