RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Mojokerto Raya mempunyai banyak situs bersejarah Kerajaan Majapahit. Pemeliharaan dan pelestarian cagar budaya merupakan salah satu tujuan dari Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.
Di antaranya, Candi Bangkal. Situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Dusun Bangkal, Desa Candirejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Salah satu cagar budaya itu kini sedang dilakukan tahap pemugaran atau revitalisasi. Bertujuan untuk memperbaiki bentuk candi seperti karakter semula.
Posisi candi berada di areal persawahan, dengan dikelilingi pagar berupa kawat berduri. Di pintu masuk Candi Bangkal terdapat pos jaga. Di sebelah utara terdapat pendapa terbuka. Selain pendapa terbuka, terdapat tiga makam tokoh yang membuka daerah setempat atau biasa disebut mbabat alas.
Makam sebelah barat bernama Mbah Adim. Makam tengah diketahui putra Mbah Adim, Ki Abdul Salam. Sedangkan makam sisi barat bernama Nyai Musyarofah, tak lain adalah istri Mbah Adim.
Dulunya, situs bersejarah ini merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang berfungsi sebagai sarana spiritiual umat Hindu. Candi Bangkal mempunyai bentuk seperti menara dengan hiasan Kala. Pembangunan candi belum diketahui pasti karena minimnya sumber sejarah Candi Bangkal. Motif Kala mempunyai filosofi yang melambangkan penangkal energi jahat.
Struktur pondasi bangunan candi berbentuk persegi dengan dikelilingi tembok melingkar. Kondisi candi sangat memperihatinkan, beberapa sisi hingga atap candi dalam kondisi runtuh. Di antara kerusakan bangunan candi ini diakibatkan banjir yang memengaruhi kondisi bangunan tersebut.
”Pada musim penghujan sering tergenang banjir dari hilir Sungai Brantas, karena area candi merupakan dataran rendah,” tutur Linda, juru pelihara (jupel) Canda Bangkal.
Bentuk Candi Bangkal memperihatinkan. Seperti, sisi bangunan candi tampak runtuh. Di antara kerusakan candi disebabkan seringnya tergenang banjir dan kurang terawatnya bangunan. Sehingga membutuhkan perhatian untuk pemeliharaan dan pelestarian.
Linda menuturkan saat ini memang, Candi Bangkal sedang tahap pemugaran oleh BPK Wilayah XI Jatim. Dengan tujuan memperbaiki struktur bangunan candi yang runtuh. ”Candi Bangkal ini masih menjalani tahap pemugaran sejak satu Agustus 2023, perkiraan akan selesai selama tiga tahun,” terang perempuan 40 tahun itu.
Wisata situs sejarah ini dibuka setiap hari dan berlaku untuk umum. Dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Tak jarang wisatawan dan para siswa yang berkunjung untuk sekadar mengambil foto candi atau hanya pengenalan sejarah Majapahit. ”Tidak ada tarif bagi siapapun yang ingin mengunjungi Candi Bangkal,” tandas Linda. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris