Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengejutkan! Puluhan Sumur Peninggalan Majapahit Ditemukan Perajin Batu Bata

Moch. Chariris • Jumat, 8 Desember 2023 | 03:15 WIB

DILINDUNGI: Situs Sumur Kuno Nglinguk Wetan, di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, bukti peradaban Majapahit di bidang pengairan, Kamis (7/12).
DILINDUNGI: Situs Sumur Kuno Nglinguk Wetan, di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, bukti peradaban Majapahit di bidang pengairan, Kamis (7/12).

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Kemampuan rekayasa sistem pengolahan air secara utuh dikuasai oleh masyarakat era Kerajaan Majapahit. Termasuk, memenuhi kebutuhan air dengan menggali sumur.

Tak jarang temuan situs sumur kuno di berbagai wilayah Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Satu di antaranya, situs temuan warga yang masyhur dikenal sebagai Situs Sumur Nglinguk Wetan di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan.

 ”Penamaan Nglinguk Wetan ini, karena di Dusun Nglinguk sendiri terdapat dua lokasi sumur kuno. Meliputi, keberadaan situs di sebelah barat dan timur Dusun Nglinguk,” Mulyani, ujar perajin bata di dekat lokasi situs, Kamis (7/12).

Pria 67 tahun tersebut menyebutkan, sedikitnya terdapat 43 sumur yang tersebar di lokasi pembuatan batu bata ini. ”Mulanya, hanya ditemukan tujuh buah sumur oleh warga. Tapi, seiring dilakukannya penggalian untuk keperluan pembuatan bata, temuan sumur-sumur lain terus bermunculan,” imbuhnya.

ANALISA: Pengunjung mengamati puluhan sumur kuno yang tersebar di area pembuatan bata di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan. (foto Rizki Firmansyah)
ANALISA: Pengunjung mengamati puluhan sumur kuno yang tersebar di area pembuatan bata di Dusun Nglinguk, Desa/Kecamatan Trowulan. (foto Rizki Firmansyah)

Puluhan sumur kuno di area pembuatan bata tersebut sempat menarik perhatian pemerintah setempat. Situs tersebut ditemukan warga, Kandeg Suyanto, sejak tahun 2009 silam. Sejak kali pertama ditemukan, sumur kuno mulanya berjumlah 5 sumur.

Kemudian, jarak dua bulan setelahnya, ditemukan kembali 2 sumur. ”Hingga saat itu, situs ini sempat dikenal Situs Sumur Tujuh oleh Masyarakat,” sebut Mulyadi.

Setelah dilakukan penggalian terus-menerus, penemuan sumur kuno terus bertambah hingga mencapai 43 sumur. Beberapa sumur berbentuk persegi berbahan bata Sementara, beberapa sumur lainnya berbentuk lingkaran, dengan struktur dinding tipis berbentuk lekung berdiameter sekitar 3 cm atau biasa disebut jobong.

Menurut cerita yang berkembang, situs sumur kuno ini sempat difungsikan sebagai sumber kehidupan masyarakat terdahulu. Tepatnya, penduduk di era Kerajaan Majapahit. "Jarak sumur yang berdekatan ini diduga bekas pemukiman masyarakat di zaman Majapahit," tandas Mulyani. (rizki firmansyah)

Editor : Moch. Chariris
#kuno #majapahit #sumur #trowulan