TAK jauh dari Pendapa Agung Trowulan, terdapat situs yang belakangan belum masyhur di kalangan masyarakat. Padahal, situs tersebut bagian dari bukti peradaban Majapahit, karena tempat dan struktur bangunan yang unik.
Situs tersebut adalah situs Lantai Segi Enam, di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Peninggalan purbakala ini diyakini sebagai rumah bangsawan ketika Majapahit masih Berjaya.
Lantai segi enamnya sendiri memiliki bentuk unik. Belum pernah ditemukan dalam penemuan-penemuan serupa di situs-situs lain sebelumnya. Jika di situs pada umumnya, terdapat kerakal atau pabel (kelas batu berukuran 4-64 milimeter) dan batu bata persegi empat. ”Unik memang. Situs seperti ini tak ditemukan di situs-situs lain. Khususnya di Trowulan,” tutur Ningtyas, 31, juru pelihara (jupel) situs kepada Radar Majapahit.
Peninggalan purbakala berupa hamparan ubin dan sisi dinding bangunan Situs Lantai Enam ini berada di kedalaman 1,8 meter di bawah permukaan tanah. Tepatnya, dalam kotak galian berukuran 7,5 x 4,75 meter di bawah naungan limasan atau atap berbahan serbabesi.
Perekat antara ubin satu dengan yang lain menggunakan tanah liat. Saat ini, ubin yang tersisa tinggal 104 buah. Menyusul sebagian lainnya telah tersimpan di Museum Trowulan.
Diperkirakan, susunan lantai kuno tersebut merupakan peninggalan pemukiman kuno bercirikan bangunan profan atau rumah tinggal. Situs di antara pemukiman Desa Sentonorejo ini ditemukan sekitar tahun 1982 dan mengalami pemugaran tahun 1990-1991. ”Konon, situs ini dulunya adalah bangunan rumah bangsawan di era Majapahit,” sebut dia.
Terdapat pula temuan lepas berupa umpak penyangga tiang berukuran kecil di sudut barat situs. Temuan tersebut tidak menjadi bagian dari situs lantai segi enam. ”Kalau lima umpak yang di sana itu temuan lepas. Tidak termasuk bagian dari situs ini,” tandas Ningtyas. (rizki firmansyah/moch. chariris)