Gapura Bajang Ratu disinyalir bukan hanya satu-satunya struktur bangunan kuno yang ada di area salah satu situs cagar budaya di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, tersebut.
Menyusul, temuan tim ekskavasi BPK Wilayah XI Jatim berupa struktur pagar kompleks yang merupakan bagian dari gerbang kuno tersebut.
Hal tersebut merupakan hasil ekskavasi lanjutan hasil kolaborasi dengan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto yang berlangsung selama enam hari terakhir. Struktur pagar dari bata kuno di sisi barat dan timur gapura rampung ditampakkan, kemarin.
Masing-masing memiliki panjang sekitar 11,5 meter dan lebar sekitar 90 sentimeter (cm) dengan tinggi 10 lapis bata kuno. Seluruhnya tersusun dari bata kuno khas Majapahit. ”Sebagian struktur pagar ini dalam kondisi rusak,” ujar Ketua Tim Ekskavasi Situs Gapura Bajang Ratu M Ichwan.
Dia menjelaskan, telah ditemukan sudut ruang pagar kuno di timur gapura. Struktur bangunan justru mengarah ke selatan. ”Kami lakukan Pile Integrity Test (PIT) ke arah selatan, ternyata ada struktur juga. Untuk ke utara dan timurnya masih belum kita temukan,” terang Arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini.
Sebaliknya, struktur pagar yang membentang ke barat ditemukan lebih kompleks. Terdapat sudut struktur yang membentuk perisimpangan empat arah pada situs pendermaan Raja Jayanegara tersebut.
”Struktur sudut barat ini mengarah ke utara, selatan, dan terus ke barat. Ekskavasi kali ini belum bisa menelusuri semua strukrut ini. Kemungkinan ada keruangan lagi di sisi-sisi tersebut,” beber Ichwan.
Pihaknya belum bisa berspekulasi terlalu jauh akan indikasi kompleksitas situs bangunan suci tersebut. Namun, dugaan sementara sejauh ini komplek Bajang Ratu menghadap ke selatan dengan bangunan suci di sisi utara gapura.
”Di era Majapahit, umumnya gapura paduraksa seperti ini merupakan pintu masuk menuju bangunan suci. Sebagai pembatas halaman utama dan halaman kedua. Bukan gerbang area profan,” urai arkeolog jebolan Universitas Udayana Bali ini. Hal ini diperkuat dengan sejumlah temuan artefak berupa fragmen keramik kuno dari dinasti Yuan di sisi barat gaupura.
”Fragmen wadah ini bentuknya seperti cepuk, kemungkinan digunakan untuk ritual. Sejauh belum ditemukan fragmen genting atau sejenis atap,” tandasnya. (martda vadetya/moch. chariris)
Editor : Chariris