Seperti yang ada sekarang, aktivitas menempa logam itu dilakukan dengan ubub, tabung pompa bara api. Aktivitas pandai besi misalnya, tergambar dalam relief Candi Sukuh di Karanganyar, Jateng.
Di dinding samping kompleks situs Majapahit itu terlihat para penempa dan pengubub pandai besi. ”Ubub itu dibuat dari kayu atau bambu,” kata budayawan Putut Nugroho.
Bukti relief ini sekaligus membuktikan perajin logam telah eksis pada era tersebut. Tak hanya menghasilkan perkakas, kerajinan logam seperti artefak pataka Kerajaan Majapahit juga dibuat dengan bentuk yang rumit.
Hal ini, menurut Putut, menunjukkan ketajaman detail. ”Dari detail, motif, dan komposisi bentuk terlihat bahwa sudah luar biasa, tidak kalah dari produk Eropa,” tuturnya.
Aktivitas penyepuhan besi itu dilakukan dengan bantuan perkakas berbahan besi. Seperti martil, tatah, serta sejenisnya. Benda-benda itu digabungkan dengan kayu pada bagian gagang. Khusus untuk ubuh, kata Putut, dimungkinkan masyarakat Majapahit membuatnya dari kayu atau bambu. (yulianto adi nugroho/imron arlado)