Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ekskavasi Lanjutan Situs Watesumpak dan Gemekan Terancam Batal

Chariris • Senin, 21 Agustus 2023 | 20:59 WIB
URUNG DIGALI: Situs Watesumpak di Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, terancam batal diekskavasi keterbatasan anggaran Pemkab Mojokerto.
URUNG DIGALI: Situs Watesumpak di Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, terancam batal diekskavasi keterbatasan anggaran Pemkab Mojokerto.


KABUPATEN – Rencana ekskavasi lanjutan di Situs Watesumpak dan Gemekan pada triwulan akhir tahun nanti terancam batal. Itu setelah Disbudporapar Kabupaten Mojokerto tidak kebagian kucuran dana untuk upaya pelestarian cagar budaya tersebut pada masa P-APBD 2023 nanti.





Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo menerangkan, pihaknya sudah memploting ekskavasi lanjutan kedua situs tersebut dari anggaran P-APBD 2023. Hanya saja, belakangan pengajuan anggaran untuk kedua kegiatan ekskavasi situs cagar budaya di penghujung tahun tersebut belum membuahkan hasil.





’’Tahun ini sepertinya ekskavasi hanya di Situs Umpak Sentonorejo saja. Untuk Gemekan dan Watesumpak kemungkinan besar belum bisa tahun ini karena anggaran pemkab terbatas,’’ ungkapnya.





Praktis, tahun ini kegiatan konservasi cagar budaya yang didanai pemkab bakal difokuskan pada ekskavasi Situs Umpak Sentonorejo yang akan dilakukan dalam waktu dekat. ’’Sebenarnya di anggaran APBD 2023 ini kita agendakan ekskavasi Situs Bhre Kahuripan-Klinterejo juga. Tapi, karena ekskavasi tahap 6 Situs Bhre Kahuripan sudah ditangani BPK XI Wilayah Jatim, anggaran dari pemkab kita fokuskan ke Situs Umpak Sentonorejo,’’ terangnya.





Dia menjelaskan, rencana bergulirnya ekskavasi situs yang berdekatan dengan Sumur Upas tersebut bukan tanpa pertimbangan. Meski ekskavasi lanjutan di kawasan Situs Sumur Upas-Umpak Sentonorejo ini terputus beberapa tahun lamanya, cagar budaya tersebut dinilai punya nilai historis penting.





Terlebih, komplek di sekitaran Situs Sumur Upas disinyalir masih satu kesatuan. ’’Melihat dari strukturnya diduga masih nyambung satu sama lain. Jadi tujuannya, jangan sampai cagar budaya yang sudah tampak ini tidak termanfaatkan dengan. Baik bagi sektor pendidikan, perekonomian maupun religi,’’ sebut Riedy.





Riedy belum bisa bicara banyak soal keterbatasan anggaran yang dialami. Namun, anggaran dengan nilai sekitar Rp 200 juta dari APBD 2023 yang diterima pihaknya belum mencukupi untuk mendanai empat agenda ekskavasi yang dicanangkan tersebut.





’’Kurang kekurangan anggaran ini karena apa. Anggaran APBD 2023 yang kami terima ini di bawah 50 persen dari tahun lalu. Ini pun untuk mendanai sewa lahan dan juru pelihara (jupel) di situs Gemekan dan Watesumpak dan sebagainya. Selebihnya kita fokuskan untuk ekskavasi Situs Umpak Sentonorejo nanti,’’ tandasnya. (martda vadetya/fendy hermansyah)





Photo
Photo
URUNG DIGALI: Situs Watesumpak di Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, terancam batal diekskavasi keterbatasan anggaran Pemkab Mojokerto.

Fragmen, kumpulan puisi Goenawan Mohamad
Fragmen, kumpulan puisi Goenawan Mohamad
Kenang-kenangan Mengejutkan si Beruang Kutub, Claudio Orrego Vicuna
Kenang-kenangan Mengejutkan si Beruang Kutub, Claudio Orrego Vicuna
Editor : Chariris