SOOKO - Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan menginjak hari terakhir. Penggalian tahap ke-6 yang tuntas hari ini dipastikan hanya menyentuh sektor lapangan. Itu setelah tim ekskavasi mengidentifikasi adanya tiga tapak gapura megah pada struktur pagar komplek bangunan suci tersebut.
’’Sesuai rencana, ekskavasi tahap 6 ini kita lakukan mulai tanggal 17 Juli sampai 15 Agustus (26 hari). Dan sekarang kami sudah sampai tahap akhir,’’ ungkap Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M Ichwan. Sejatinya, penggalian kali ini menyasar 217,5 kotak gali atau 870 meter persegi di bagian tengah komplek situs yang terbagi menjadi tiga titik.
Pertama, sisi barat Lapangan Klinterejo ke selatan hingga kebun tebu. Kedua, kebun tebu di belakang pendopo tani untuk mencari sambungan pagar pertama. Dan ketiga, merampungkan struktur mandala berukuran 17x17 meter di barat pendopo. Lantaran mendapati data unik berupa tiga tapak gapura megah berukuran 11x13 meter di sektor lapangan, fokus sasaran gali berubah di tengah jalan. ’’Ekskavasi tahap enam ini kami putuskan untuk fokus di sektor lapangan dulu karena temuan menariknya ada di situ,’’ jelas arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini.
Menurutnya, data arkeologis tersebut terbilang penting. Lantaran bangunan suci dengan tiga gapura yang membatasi halaman kedua candi pendharmaan Ratu Tribhuana Tunggadewi tersebut relatif unik. ’’Karena memang indikasi adanya tiga tapak gapura berbentuk cruciform ini temuan baru dan menarik. Di antara situs-situs lainnya di KCBN Trowulan,’’ imbuh Ichwan.
Sehingga, penelusuran data arkeologis sementara dimaksimalkan pada struktur pagar dan penyertanya tersebut. Yang membentang di sisi lapangan dengan panjang sekitar 100 meter. ’’Penggalian ekskavasi sudah selesai. Pada tahap akhir ini, setelah kita lakukan pendataan, tinggal kami dokumentasikan,’’ tandasnya.
Selain mengungkap pola keruangan situs, sejumlah temuan lepas turut ditemukan. Mulai dari fragmen genting kuno, fragmen wadah gerabah, dan sebilah mata tombak kuno. Senjata tradisional ini disinyalir sisa era Majapahit yang terpendam atas struktur pagar di sisi utara lapangan. (marda vadetya/fendy hermansyah)
Editor : Chariris