SOOKO – Setelah 26 hari dilakukan penggalian, ekskavasi tahap 6 Situs Bhre Kahuripan dinyatakan tuntas. Struktur pagar dan tiga pondasi garupa megah di tengah Lapangan Klinterjo tersebut harus ditimbun kembali dengan tanah.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan-Klinterejo M Ichwan menerangkan, penimbunan struktur kuno tersebut dilakakukan sejak beberapa hari memasuki masa pengujung ekskavasi. Setelah, langkah pendataan hingga interpretasi sementara dari penggalian sejak 17 Juli-15 Agustus pada situs 1294 Saka atau 1972 Masehi tersebut rampung dilakukan.
’’Pendataan sudah selesai lalu kita lakukan dokumentasi lengkapnya juga. Termasuk penimbunan struktur di bagian lapangan dan sebagian lahan tebu ini,’’ sebutnya. Penimbunan tanah secara bertahap dilakukan setelah melapisi struktur situs dengan material plastik.
Ichwan menyebut, pengurukan merupakan bagian dari prosedur ekskavasi. Sebagai upaya penyelamatan dan perlindungan cagar budaya peninggalan Majapahit tersebut. Utamanya, mengantisipasi kerusakan akibat faktor alam maupun ulah manusia yang tak bertanggungjawab.
’’Karena struktur ini tepat di lapangan sepakbola yang merupakan fasilitas umum. Selain perlindungan untuk situs ini sendiri, dikhawatirkan kalau kondisi terbuka akan mengganggu aktivitas masyarakat yang memanfaatkan lapangan ini juga,’’ urai Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim ini.
Faktor lainnya, penimbunan ini juga merupakan dampak dari belum adanya pembebasan lahan pada situs dengan luas total sekitar 6 hektare tersebut. Namun begitu, tim ekskavasi masih belum bisa bicara banyak terkait salah satu upaya serius perlindungan komplek elit era Raja Hayam Wuruk tersebut.
’’Untuk sementara ini kita fokus lakukan ekskavasi. Karena ekskavasi ini juga menjadi salah salah satu poin penting untuk mengungkap persebaran struktur dan pola keruangan situs,’’ terang Ichwan. Penimbunan struktur situs pendarmaan Tribhuwana Tunggadewi tersebut bukan kali pertama dilakukan. Hal serupa pernah dilakukan tahun lalu pada penggalian tahap 5 yang menyasar sisi timur lapangan sepak bola hingga ke selatan menuju kebun tebu. (martda/fendy hermansyah)