MOJOKERTO - Dugaan bahwa kawasan Candi Tribuana Tunggadewi di sekitar Situs Bhre Kahuripan cukup luas perlahan akhirnya terbukti. Pada ekskavasi tahun 2023 yang dipusatkan di lapangan sepak bola, tim ekskavasi kembali menemukan situs spektakuler.
Ekskvasi di sisi barat lapangan tersebut tim menemukan tiga gapura megah. Diduga bangunan gapura yang ditemukan pada kedalaman 50 cm hingga 1 meter ini, sebagai pintu utama masuk kawasan bangunan suci Bhre Kahuripan.
”Masing-masing gapura berdenah cruciform seluas 26 x 20 meter persegi,” ungkap Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim, Muhammad Ichwan, Rabu (2/8). "Perkiraan kami, itu gapura utara dan tengah, ini baru sebatas interpretasi kami," imbuh dia di lokasi ekskavasi.
Dia menjelaskan, struktur diduga sisa-sisa tiga gapura ini menjadi temuan penting dalam ekskavasi yang berlangsung dari 17 Juli lalu. Ketiga struktur besar tersebut ditemukan di sisi barat lapangan sepak bola.
Bangunan kuno tersebut, lanjut Ichwan, menyatu dengan pagar setebal 130-135 cm yang membentang dari utara ke selatan. Sehingga tiga struktur yang disinyalir bagian fondasi gapura tersebut segaris atau sejajar. ”Panjang total pagar dan 3 gapura sekitar 102 meter,” tegas Ichwan.
Dia menuturkan, struktur pagar tebal berbahan bata merah kuno ini telah ditemukan ujung utaranya. Diketahui pagar ini berbelok ke timur. ”Sehingga membentuk sudut barat laut. Nah, di sudut barat laut ini terdapat struktur lebih besar sebagai penguat sudut pagar,” paparnya.
Dalam pengamatan tim arkeolog, terdapat struktur yang diduga sisa gapura pertama. Sudut barat laut pagar berjarak 19 meter dengan titik tengah gapura pertama. Fondasi gapura pertama ini berdenah cruciform seluas 26 x 20 meter persegi. Terdapat beberapa bata putih di atasnya.
”Kemudian di sebelah selatannya juga ditemukan struktur diduga sisa-sisa gapura kedua. Fondasi gapura tengah ini juga berdenah cruciform seluas 26 x 20 meter persegi. Titik tengah gapura pertama berjarak 32 meter dengan titik tengah gapura kedua,” kata Ichwan.
Sementara itu, di sebelah selatan gapura tengah. Yakni, di perkebunan kebun tebu juga ditemukan struktur yang diduga sisa-sisa gapura ketiga. Namun, struktur ini belum nampak sepenuhnya karena penggalian belum tuntas. ”Titik tengah gapura tengah berjarak 32 meter dengan titik tengah gapura ketiga,” tegas Ichwan.
Titik tengah gapura selatan atau gapura ketiga diperkirakan juga berjarak 19 meter dengan ujung selatan pagar. Sebab, ujung selatan atau sudut barat daya pagar belum ditemukan.
Menurut Ichwan, pihaknya kini fokus melakukan penggalian arkeologi di kebun tebu untuk menemukan sudut barat daya pagar. ”Sekarang kami masih fokus menemukan ujung selatan atau sudut barat daya pagar. Jika ditemukan, hal ini akan semakin memperjelas," pungkas dia. (moch. chariris)
BERLANJUT: Tim ekskavasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jatim menggali sisi barat lapangan sepak bola, di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Editor : Chariris