Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Makam Selir Prabu Brawijaya V di Trowulan, Jujukan Presiden Soeharto Bersemadi

Moch. Chariris • 2024-01-09 00:13:33
DIRAWAT: Pengunjung mengamati makam Putri Campa yang berdampingan dengan makam Raja Brawijaya V, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)
DIRAWAT: Pengunjung mengamati makam Putri Campa yang berdampingan dengan makam Raja Brawijaya V, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Bumi Majapahit merupakan pusat dari kekuasaan peradaban yang tersohor hingga penjuru Nusantara. Salah satunya, Situs Makam Campa atau selir Prabu Brawijaya V, bernama Putri Dwarawati alias Putri Campa.

Makam ini berada di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. ”Awal ditemukannya batu nisan bertuliskan tahun kematian eyang Putri Campa,” ujar Siti Mariam, ibu dari Hartono, juru pelihara (jupel) Makam Putri Campa, Minggu (7/1).

KLASIK: Pengunjung mengamati makam Singa Barong dan Macan Putih, panglima di Kerajaan Majapahit pada masa Raja Brawijaya V. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)
KLASIK: Pengunjung mengamati makam Singa Barong dan Macan Putih, panglima di Kerajaan Majapahit pada masa Raja Brawijaya V. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)

Area makam Putri Campa termasuk ke dalam kompleks makam Islam. Hal tersebut karena yang dimakamkan wafat dalam keadaan Islam. Termasuk, Raja Brawijaya V. Seperti, makam Putri Campa, Raja Brawijaya V, Eyang Kinasih, pembantu Putri Campa sejak kecil, makam Empu Supo, pembuat pusaka Majapahit, dan makam Tumanggung Puspanegara. ”Semua makam di sini masih kerabat dari Prabu Brawijaya V,” jelas Siti Mariam.

Selain itu, terdapat Makam Singa Barong dan Macan Putih, Panglima perang Kerajaan Majapahit, di era Raja Brawijaya V. Di depan bangunan makam Putri Campa dan Raja Brawijaya V, terdapat sanggar pamujan. Dulunya tempat tersebut sebagai lokasi bersemedi Damar Wulan sebelum berganti nama menjadi Raja Brawijaya V.

”Sanggar Pamujan ini dulunya tempat bertapa Raja Brawijaya V sebelum menjadi Raja Majapahit, waktu masih menjadi Damar Wulan,” terangnya.

Makam Putri Campa ini kerap dikunjungi wisatawan dengan berbagai tujuan. Mulai dari berziarah, observasi, hingga bersemadi. Mereka datang berasal dari Mojokerto, Jombang, Kediri, Ponorogo, Magetan, Madiun, Bogor, Depok, hingga Vietnam.

Pengunjung biasanya datang pada Kamis malam Jumat dan bulan Sura. ”Dulu Pak Soeharto waktu sebelum jadi Presiden sering ke sini untuk bersemadi,” pungkas perempuan 64 tahun ini. (putri fadiyah)

Editor : Moch. Chariris
#raja #majapahit #situs