Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Outing Class Diarahkan Wisata Sejarah, Kenalkan Siswa Permainan Tradisional

Khudori Aliandu • Minggu, 14 Juni 2026 | 07:48 WIB
WAHANA TAMBAHAN: Para siswa dikenalkan permainan tradisional, seperti egrang dan bekiak raksasa pada pelaksanaan outing class di Kabupaten Mojokerto.
WAHANA TAMBAHAN: Para siswa dikenalkan permainan tradisional, seperti egrang dan bekiak raksasa pada pelaksanaan outing class di Kabupaten Mojokerto.

 MOJOKERTO - Pelaksanaan outing class atau kegiatan belajar di luar kelas oleh berbagai lembaga pendidikan diarahkan ke wisata edukatif berbasis sejarah dan alam di Kabupaten Mojokerto. Momentum ini membawa angin segar bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di sekitar kawasan wisata.

Mulai dari pelaku UMKM kuliner, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang suvenir khas daerah. ’’Melalui momentum libur panjang dan aktivitas outing class ini, sektor pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi penyumbang kas daerah yang produktif. Tetapi, juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan,’’ jelas Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokero Ardi Sepdianto.

Pelaksanaan outing class di Kabupaten Mojokerto belakangan juga kian berwarna. Selain disuguhkan wisata alam, budaya, religi, hingga sejarah, para siswa juga dikenalkan permainan tradisional, seperti egrang, bekiak raksasa, hingga Tari Bedoyo Putri Mojosakti. ’’Tidak sekadar menikmati objek wisata sejarah, para siswa juga diajarkan berbagai budaya dan kearifan lokal. Jadi, kita konsep belajar sambil bermain,’’ bebernya.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat ini harus diimbangi dengan kesiapan total di lapangan. Evaluasi internal terus dilakukan agar seluruh tempat wisata yang dikelola daerah dapat bersaing ketat dengan destinasi wisata swasta yang semakin menjamur. ’’Saya terus mendorong teman-teman, utamanya yang bertugas di lapangan, agar tempat wisata kita benar-benar menjaga amenitasnya dengan baik. Kebersihan lingkungan, kebersihan fasilitas umum seperti kamar mandi atau toilet, hingga kenyamanan wahana permainan harus dijaga dan terus diperbaiki,’’ urainya.

Langkah konkret ini diambil bukan tanpa alasan. Penguatan fasilitas di lapangan diharapkan mampu menjaga kenyamanan pengunjung. Sehingga target pendapatan pariwisata di tahun berjalan dapat tercapai. ’’Makanya fokus utama kita saat ini untuk memastikan kualitas pelayanan dan amenitas berjalan dengan optimal. Dari situ kita berharap kunjungan wisatawan bisa terus bergerak naik,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Rizal Amrulloh
#Disbudporapar #majapahit #pemkab mojokerto