Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jejak Perempuan Majapahit: Ketika Tribhuwana Tunggadewi Jadi Simbol Kepemimpinan yang Melampaui Zaman

Imron Arlado • Jumat, 17 Oktober 2025 | 01:55 WIB

Tribhuwana Tunggadewi
Tribhuwana Tunggadewi

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perjuangan kesetaraan gender, sejarah Nusantara menyimpan kisah abadi tentang kepemimpinan Tribhuwana Tunggadewi, sosok perempuan Majapahit yang membuktikan bahwa kekuasaan dan kebijaksanaan tak mengenal batas jenis kelamin. 

Di masa pemerintahannya, Majapahit bangkit menjadi kerajaan besar yang berwibawa di panggung Asia Tenggara berkat ketegasan, kecerdasan, dan kepekaannya terhadap rakyat. Di tengah tradisi yang menempatkan perempuan di ruang belakang, Tunggadewi justru tampil di garis depan sebagai penentu arah bangsa. 

Kini, semangat kepemimpinan itu terus bergema dalam diri perempuan masa kini—dari politik hingga pendidikan, dari ruang publik hingga sektor ekonomi—yang meneladani keberanian dan kebijaksanaan warisan Majapahit sebagai inspirasi untuk membangun Indonesia yang setara dan berdaya.

Tribhuwana Tunggadewi bukan sekadar nama yang terukir dalam prasasti atau disebut dalam bait-bait Negarakertagama; ia adalah lambang keteguhan dan kebesaran perempuan Nusantara yang berani menembus sekat zamannya.

 

Baca Juga: Seret Tiga Oknum Pejabat sebagai Tersangka, Riwayat Kasus Korupsi Bantuan Beras Pasca Revolusi

 

Di saat dinasti Majapahit menghadapi masa genting dan arah kekuasaan yang belum pasti, Tunggadewi tampil sebagai pemimpin atas restu ibunya, Gayatri Rajapatni, untuk memulihkan kejayaan kerajaan. 

Dengan visi yang luas dan kebijakan yang berpihak pada kestabilan politik, kesejahteraan rakyat, serta penguatan wilayah kekuasaan, ia menata kembali fondasi Majapahit menjadi lebih kokoh. 

Kepemimpinannya membuka jalan bagi lahirnya masa keemasan kerajaan yang mencapai puncak di bawah Hayam Wuruk dan Gajah Mada—sebuah warisan yang menegaskan bahwa tangan perempuan pun mampu menggerakkan roda sejarah bangsa.

Kepemimpinan Tribhuwana Tunggadewi menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam panggung sejarah, melainkan sosok yang mampu menjadi penentu arah perjalanan bangsa. 

Dengan ketegasan yang berpadu pada kecerdasan strategis dan kebijaksanaan politik, ia berhasil menjaga Majapahit tetap kokoh di tengah dinamika dan pertentangan internal istana.

 

Baca Juga: Praktik Korupsi setelah Masa Revolusi, Polisi Bongkar Kasus Penyelewengan Bantuan Beras

 

Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai penguasa yang tangguh, tetapi juga sebagai pemimpin yang menjunjung nilai moral dan spiritual. 

Kedekatannya dengan para penasihat rohani serta tokoh agama mencerminkan pandangannya bahwa kekuasaan sejati harus dilandasi keseimbangan antara kekuatan, etika, dan kepekaan batin—suatu prinsip yang menjadikan pemerintahannya bukan sekadar kuat, tetapi juga beradab dan berjiwa luhur.

Citra perempuan tangguh ala Majapahit kini kembali bergema dalam denyut kehidupan modern. Di berbagai lini, dari pemerintahan hingga dunia akademik, perempuan Indonesia terus menegaskan kehadirannya sebagai agen perubahan yang berdaya dan visioner. 

Figur-figur seperti Tri Rismaharini, Retno Marsudi, dan Sri Mulyani mencerminkan semangat yang sama dengan Tribhuwana Tunggadewi—berani mengambil keputusan sulit, cerdas menavigasi tantangan, serta tegas dalam memikul tanggung jawab publik. 

Mereka menjadi bukti bahwa semangat kepemimpinan perempuan telah berakar kuat sejak masa Majapahit, menepis anggapan bahwa kekuasaan dan kebijakan hanya milik kaum laki-laki.

 

Baca Juga: Dari Brunei hingga Filipina, Begini Jejak Ekspansi Majapahit di Asia Tenggara

 

Dalam setiap langkah mereka, warisan keberanian Tunggadewi seolah hidup kembali, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menuntun arah masa depan bangsa.

Nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Tribhuwana Tunggadewi berpadu selaras dengan semangat emansipasi yang digelorakan Raden Ajeng Kartini berabad-abad kemudian. 

Jika Kartini menyalakan kesadaran akan pentingnya pendidikan, kebebasan berpikir, dan peran aktif perempuan dalam membangun bangsa, maka Tunggadewi telah lebih dahulu menunjukkan bukti nyata bahwa perempuan mampu memimpin dan mengemban tanggung jawab kekuasaan di tingkat tertinggi. 

Keduanya lahir di masa yang berbeda, namun disatukan oleh semangat perjuangan yang sama—mendobrak batasan sosial dan menegakkan martabat perempuan sebagai bagian penting dari kemajuan bangsa. 

Dalam diri mereka, tersimpan pesan abadi bahwa kesetaraan bukan sekadar cita-cita, melainkan warisan luhur yang terus hidup dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Kini, jejak kepemimpinan perempuan Majapahit tidak lagi sekadar lembaran sejarah, melainkan sumber inspirasi yang hidup bagi generasi muda. Di berbagai daerah, terutama Mojokerto dan Trowulan sebagai pusat kejayaan masa lalu, semangat Tribhuwana Tunggadewi terus dihidupkan melalui beragam bentuk ekspresi budaya. 

Komunitas seni, peneliti, hingga akademisi berlomba menggali dan menafsirkan kembali kisahnya lewat riset ilmiah, pertunjukan teater, film dokumenter, hingga karya digital interaktif.

 

Baca Juga: Spirit Majapahit dan Kebangkitan Identitas Nusantara di Era Modern

 

Nama Tunggadewi pun kian sering hadir dalam festival bertema Majapahit sebagai simbol kebanggaan sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan kebijaksanaan perempuan pernah menjadi bagian penting dalam peradaban Nusantara—dan kini layak dijadikan pijakan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih berkeadilan gender.

Sejarah bukan sekadar catatan masa silam, melainkan kompas yang menuntun arah bagi masa depan. Dari singgasana istana Majapahit hingga ruang-ruang kepemimpinan modern, semangat Tribhuwana Tunggadewi terus bergaung sebagai simbol keteguhan dan kemampuan perempuan Nusantara dalam menuntun perubahan. 

Warisan keberaniannya menjelma dalam perjuangan perempuan masa kini yang berkiprah di berbagai bidang, membawa nilai-nilai kebijaksanaan, keadilan, dan keberdayaan. 

Dalam setiap langkah perempuan Indonesia hari ini, denyut semangat Majapahit itu tetap hidup—menyala dalam keberanian untuk memimpin, dalam kebijaksanaan untuk melayani, dan dalam keyakinan bahwa peradaban yang besar selalu bertumpu pada kekuatan perempuan yang berpikir dan bertindak untuk kebaikan bangsa. (BINTANG PURNAMA)

Editor : Martda Vadetya
#Tribhuwana Tunggadewi #kartini #gender #perempuan #asia tenggara