RADARMAJAPAHIT - Diyakini sebagai wilayah pusat Kerajaan Majapahit, Mojokerto memiliki segudang potensi cagar budaya dan peninggalan purbakala.
Tak sedikti pula ditemukan situs purbakala yang belum diketahui pasti benang merah sejarahnya.
Seperti Situs Grinting di Dusun Grinting, Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Situs yang diyakini sisa runtuhan bangunan candi ini kali pertama ditemukan pada tahun 2002 silam.
Sutono, 52, pemilik lahan, menuturkan, awal penemuan candi tersebut berawal ketika ia menggali tanah di sekitar sawah miliknya untuk membuat batu bata.
Struktur ditemukan di sekitar saluran irigasi persawahan dan jalan setapak.
”Saat menggali tanah untuk bahan baku pembuatan batu bata, saya menemukan bata merah kuno seperti yang ada di dinding candi,” ungkap Sutono.
Setelah penemuan tersebut, Sutono lantas melapor ke Balai Pelestarian dan Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.
Setelah dua hari pelaporan, BPK Wilayah XI Jatim akhirnya melakukan ekskavasi kepada struktur yang diyakini sebagai candi tersebut.
Hasil dari ekskavasi tersebut menemukan dua struktur Candi Grinting yang berada di bawah permukaan tanah.
Struktur satu Candi Grinting ini berada di dekat saluran air dan jalan setepak persawahan. Bentuknya menyerupai sumur.
Sedangkan struktur kedua menyerupai bentuk singgasana raja pada era kerajaan dahulu. Letaknya berada di sudut timur laut struktur satu.
”Struktur satu candi grinting mirip dengan bangunan sumur tapi dalamnya kering tidak ada sumber mata airnya. Kemungkinan jika diteruskan pemugaran pada struktur satu masih ada lagi struktur yang serupa,” tuturnya.
Candi Grinting diekskavasi pada tahun 2002 tak berselang lama dari penemuannya.
Kedua struktur tersebut terbuat dari batu bata merah yang berjarak sekitar lima meter.
Masing-masing dilindungi oleh cungkup dan dibangun tembok yang mengelilingi struktur candi agar tidak rusak akibat faktor alam.
Sutono menyebut, jika sampai saat ini informasi terkait fungsi, bentuk, dan sejarah Candi Grinting belum diketahui pasti.
Meski begitu, candi ini kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Banyuwangi, hingga Jakarta.
Tidak jarang pula, candi ini dikunjungi saat malam hari untuk melakukan ritual. Memasuki area Candi Grinting ini tidak dipungut biaya sama sekali. (Zukria Amelia)
Editor : Martda Vadetya