RADARMAJAPAHIT- Petilasan Watu Ombo di Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, menyimpan sejarah dan mitos di dalamnya.
Terlebih situs yang juga disebut Bhre Kahuripan dan Petilasan Tribuana Wijaya Tunggadewi ini diyakini sebagai salah satu bangunan suci era Majapahit.
Di petilasan ini, konon dahulu merupakan tempat para tokoh Kerajaan Majapahit melakukan semedi untuk meminta petunjuk pada Sang Hyang Widhi.
Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, ada empat tokoh penting era Wilwatikta yang menggunakan tempat ini untuk bersemedi. Yaitu Ratu Tribuana Wijaya Tunggadewi, Sabdo Palon, Resi Maudara, dan Noyo Genggong.
Karena dijadikan tempat ritual oleh keempat tokoh ternama tersebut, Petilasan Watu Ombo ini diyakini masyarakat bisa mengabulkan semua doa. Terutama bagi mereka yang berdoa langsung di petilasan ini, maka semua keinginannya dipercaya akan segera terkabul.
Pengunjung yang datang ke situs ini mayoritas merupakan umat Hindu dari Bali. Kebanyakan dari mereka datang dengan berbagai maksud dan tujuan.
Mulai dari berdoa agar mendapatkan jodoh hingga untuk mencari keberuntungan dalam jabatan.
Tempat ini diyakini memiliki energi spiritual yang kuat karena pernah menjadi tempat bersemedi Ratu Tribuana dan Resi Maudara.
Hingga saat ini tidak sedikit warga maupun pengunjung menggelar ritual di sini. Terutama pada hari-hari tertentu seperti Jumat Kliwon. Mereka berdoa untuk kesejahteraan, keselamatan, dan keberuntungan.
Adanya beragam mitos yang menyertai, situs ini tetap menjadi salah satu tempat sejarah yang menarik dan memikat wisatawan untuk belajar sejarah dan merasakan aura magis yang terkandung di dalamnya. (Firza Aulia Ningrum)
Editor : Martda Vadetya