Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ini Daftar 5 Candi di Lereng Gunung Penanggungan

Martda Vadetya • Jumat, 10 Mei 2024 | 03:08 WIB

 

TINGGALAN ARKEOLOGIS: Candi Jedong di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, salah satu situs cagar budaya tinggalan era Hindu-Buddha di kawasan Gunung Penanggungan. (dok. Jawa Pos)
TINGGALAN ARKEOLOGIS: Candi Jedong di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, salah satu situs cagar budaya tinggalan era Hindu-Buddha di kawasan Gunung Penanggungan. (dok. Jawa Pos)

RADARMAJAPAHIT – Gunung Penanggungan jadi salah satu tempat suci dan dikeramatkan di era Kerajaan Majapahit.

Lantaran gunung yang sebagian masuk wilayah Mojokerto ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan para dewa dan roh leluhur. 

Salah satunya terbukti dari temuan Prasasti Cunggrang berangka tahun 851 Saka atau 929 Masehi di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Gempol, Pasuruan.

Itu menunjukkan jika gunung dengan ketinggian 1.653 mdpl ini ini telah dimuliakan sejak abad 10.

Tak pelak, dari kaki hingga puncak Pawitra tersebar sejumlah situs berupa candi, gua, gapura, altar, hingga petirtaan, tinggalan era klasik.

Berikut lima candi di lereng Gunung Penanggungan yang bisa anda kunjungi.

  1. Candi Kendalisodo

Berdiri sejak abad ke-15 Masehi, Candi Kendalisodo masih terawat dengan baik. Situs ini merupakan tinggalan Kerajaan Majapahit.

Struktur candi terbuat dari batu andesit. Lokasinya tepat berada di belakang puncak Bukit Bekel, salah satu gugusan Gunung Penanggungan.

Uniknya, candi ini punya relief yang menggambarkan cerita panji-panji. Bentuk dari Candi Kendalisodo mirip punden berundak yang memiliki tiga tingkat altar.

  1. Candi Lurah

Lokasinya ada di lereng sisi barat Gunung Penanggungan di area hutan Desa Kedungudi, Kec. Trawas, Mojokerto. Tepatnya di area Bukit Bekel.

Candi dari batu andesit ini kondisinya cukup baik dan utuh. Terdapat dua altar dalam bangunan Candi Lurah. 

Anda bisa mengunjunginya 24 jam atau kapanpun tanpa dipatok biaya tiket masuk.

  1. Candi Jedong

Candi berbentuk gapura ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 masehi. Komplek situs terbagi menjadi Candi Jedong 1 dan Candi Jedong 2.

Atap gapura Candi Jedong bertingkat layaknya piramida. Sementara, kaki candi dihiasi panil tanpa relief serta bagian tengahnya terdapat ornamen kala.

Situs ini ada di Desa Wotanmas, Kecamayan Ngoro, Mojokerto.

  1. Candi Kerajaan atau Wayang

Candi yang bangunannya cukup luas ini ada di ketinggian 1045 mdpl. Tepatnya di area Bukit Gajah Mungkur, Dusun Telogo, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Candi yang menghadap ke timur ini punya lima teras. Dindingnya terukir relief yang menggambarkan orang-orang melucutkan senjata tombak dan orang yang sedang naik kuda.

Ditemukan juga angka tahun yang bertuliskan 136 dan angka berikutnya tidak terbaca karena aus. Candi ini disinyalir merupakan tempat pemujaan.

  1. Candi Jolotundo

Candi Jolotundo merupakan candi berupa petirtaan. Airnya tidak pernah kering meskipun di kemarau panjang.

Candi Jolotundo sering dijujuk masyarakat untuk mengambil airnya yang dipercaya berkhasiat.

Mata air Candi Jolotundo diyakini bisa membuat awet muda dan mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Situs ini merupakan peninggalan Raja Udayana Bali untuk anaknya Raja Airlangga. Diperkirakan candi ini dibangun pada abad ke-10 masehi. (Mia Chalimatus Syaidah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #gunung penanggungan