JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tempat sejarah menjadi salah satu hal menarik untuk dikunjungi. Banyak peninggalan yang mempunyai cerita khas yang menjadi daya tarik tersendiri.
Di balik semua itu, setiap tempat sejarah mempunyai mitos yang dipercaya masyarakat secara turun-temurun.
Berikut beberapa mitos dari beberapa candi di Mojokerto:
- Candi Bajang Ratu
Candi Bajang Ratu yang terletak di Desa Temon Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Salah satu peninggalan Majapahit berupa Gapura yang terkenal sebagai Candi Bajang Ratu.
Hal ini dikarenakan masyarakat sekitar pada saat itu menyebutnya sebagai candi, sedangkan untuk nama ’’Bajang Ratu” menurut salah satu pendapat, nama tersebut diambil dari bahasa Jawa yang mempunyai arti ’’putri ratu”.
Candi Bajang Ratu mempunyai mitos yang dipercaya masyarakat sekitar. Mereka mengatakan ’’Pamali untuk seorang pejabat pemerintah untuk melewati pintu gerbang Candi Bajang Ratu”.
Mitos ini dipercaya dapat mendatangkan nasib buruk untuk mereka yang melanggarnya.
Selain itu, ada juga mitos yang mengatakan adanya pemakaman raja yang memerintah kerajaan Majapahit. Meskipun tidak ada bukti nyata, mitos ini sudah menyebar sehingga menjadi salah satu daya tarik untuk wisatawan.
- Candi Tikus
Candi Tikus terletak di Jalan Raya Trowulan, Jatirejo, Kecamatan. Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Selain nama yang khas dan unik, candi ini juga menyimpan mitos dan cerita menarik. Salah satunya yang berkaitan dengan namanya “Candi Tikus” yang mempunyai beberapa versi terkait awal mula nama candi tersebut.
Salah satunya yang mengatakan terdapat makhluk mistis pada saat pertama kali pembangunan candi, salah satunya yaitu tikus.
Hewan ini dipercaya ikut membantu para pekerja ketika membongkar tanah. Sebagai ucapan terima kasih dan menghormati makhluk tersebut, masyarakat pada saat itu memberi nama “Candi Tikus”.
Selain itu pemilihan nama “Candi Tikus” pada kepercayaan Jawa yang menganggap tikus sebagai pembawa rizki dan keberuntungan.
Sehingga masyarakat berharap dengan nama tersebut semoga mendatangkan keberuntungan untuk mereka yang datang berkunjung ke Candi Tikus.
- Candi Brahu
Candi Brahu yang berada di Jalan Candi Brahu No.73, Siti Inggil, Bejijong, Kecamatan. Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mempunyai mitos yang masih dipercaya hingga saat ini.
Salah satunya yang mengatakan Candi Buddha ini digunakan untuk pembakaran jenazah raja yang diletakkan di bagian tengah candi yang berlubang, ini dilakukan pada saat zaman Mataram Kuno.
Ada juga yang mengatakan jenazah raja terdahulu tidak dibakar di lubang yang ada di candi brahu, akan tetapi di bakar di tempat lain.
Kemudian abu dari jenazah tersebut dibawa ke Candi Brahu untuk disucikan sebelum dihanyutkan.
Meskipun belum ada bukti kuat mengenai mitos tersebut, tetapi hal ini diyakini masyarakat karena dari nama tempatnya yang mempunyai arti yaitu Bra mempunyai makna brawijaya atau juga raja sedangkan hu berarti abu, jika kedua kata tersebut digabungkan berarti abu raja. (Novita Ainiyyatuz Zakiyyah).
Editor : Imron Arlado