RADARMAJAPAHIT - Kuliner sambel wader rupanya masih berkaitan dengan Kerajaan Majapahit.
Masakan khas Kabupaten Mojokerto ini dipercaya sebagai salah satu warisan Wilwatikta.
Baca Juga: Putri Campa, Ibu dari Raja Pertama Kesultanan Demak
Bahkan, olahan ikan air tawar ini disebut jadi menu spesial yang disuguhkan bagi kalangan bangsawan kala itu.
Sambel wader berbahan dasar ikan wader yang diolah dengan racikan bumbu tradisional yang disandingkan dengan sambal terasi khas Kabupaten Mojokerto.
Kuliner ini semakin nikmat dengan disajikan bersama lalapan segar dan nasi hangat.
Baca Juga: Panggung Agung Ini Tempat Pertapaan Raja Raden Wijaya dan Tempat Ikrar Sumpah Amukti Palapa
Tidak hanya melengkapi jajaran kuliner khas nusantara, sambel wader diyakini sebagai salah satu masakan warisan Majapahit.
Merunut sejarahnya, konon para abdi dalem Wilwatikta kerap mengambil ikan wader dari Kolam Segaran sebelum diolah dan disuguhkan bagi para bangsawan kerajaan.
Bahkan, sajian sambel wader kerap disuguhkan dalam acara penting kerajaan.
Baca Juga: Hadis Qudsi Terpahat di Nisan Makam Polo Putro, Abdi Ndalem Setia Kerajaan Majapahit
Ini didukung dengan teks Jawa Kuno yang tergurat dalam Prasasti Masahar atau Prasasti Gemekan.
Hasil tafsir ahli epigrafi pada sisi kanan prasasti berangka tahun 852 Saka atau 930 Masehi ini menyebutkan, hidangan yang disajikan dalam upacara sima.
Baca Juga: Cerita Keunikan Lumpang yang Terpisah dengan Alu, di Gunung Gedangan, Kota Mojokerto
Yakni, dendeng tawar, dendeng asin, lalap mentah, lalap matang, bertumpuk-tumpuk, kakap, bilunlun, udang.
Menurut Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, dendeng tawar dan dendeng asin yang dimaksud adalah olahan ikan kali yang saat ini disebut sambel wader.
Walaupun tidak terang-terangan menyebut ikan wader, bilunlun pada prasasti berarti sejenis ikan sungai.
Baca Juga: Sejarah Majapahit, Kesetiaan Emban Kinasih, Dayang Kesayangan Ratu Suhita
Sajian kuliner ini bahkan diyakini sudah ada sejak abad 10 Masehi atau sebelum Majapahit berdiri.
Menyusul angka tahun pada prasasti andesit tersebut tertulis pada era Mpu Sindok merajai Mataram Kuno.
Menu ini pun diwariskanturun temurun hingga era modern saat ini.
Baca Juga: Sejarah Kebo Iwe, Mahapatih Kerajaan Bedugul, Rela Mengalah Bertarung demi Sumpah Palapa Gajah Mada
Tak jauh dari sejarahnya, sejumlah warung di sekitar Kolam Segaran menyuguhkan kuliner khas Bumi Majapahit ini.
Tak jarang, deretan warung tersebut dikunjungi sejumlah tokoh nasional hingga pejabat.
Belakangan Pemkab Mojokerto getol mem-branding sambal wader.
Baca Juga: Pintu Masuk Majapahit, Candi Sumur Gantung, Bukti Cinta Pejabat Kerajaan pada Putri Raja Bulu Ketigo
Di antaranya lewat Majafest yang sudah tiga kali digelar.
Terutama, mengulek massal sambel wader dalam 1.035 layah di Lapangan Desa/Kecamatan Trawas pada Agustus 2022 lalu yang memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Editor : Martda Vadetya