RADARMAJAPAHIT- Mbah Aji atau Syekh Abdul Ghofar merupakan salah satu makam tokoh ulama yang berperan penting dalam penyiaran agama Islam di Dusun Gempol, Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Makam Mbah Aji ditemukan sekitar tahun 1800-an oleh warga setempat.
Perjalanan yang ditempuh menuju makam Mbah Aji berkisar 30 hingga 45 menit dari Kota Mojokerto.
Kompleks Makam Mbah Aji berada ditengah hutan Dawarblandong dan Kemlagi.
Jalan yang dilewati untuk menuju lokasi makam cukup ekstrem.
Yakni, melewati jalan dengan kondsi rusak dan jalan persawahan.
”Selain melewati hutan dan sawah, saya juga melewati pemakaman umum Desa Bangeran,” kata Bryan, 23, pengunjung asal Kota Mojokerto, Rabu (13/3).
Masuk area kompleks pemakaman Mbah Aji, peziarah langsung disambut dengan satu makam yang berada di sisi barat pintu masuk.
Namun, makam tersebut belum diketahui identitasnya.
Makam tersebut berukuran sama dengan makam pada umumnya, 2 x 1 meter.
Makam Mbah Aji menghadap ke utara dan berukuran 3 x 1,5 meter.
Makam tersebut diberi batas menggunakan kayu.
Di samping Makam Mbah Aji terdapat pohon gebang sejenis palem berukuran besar.
Di sisi timur Makam Mbah Aji terdapat pendapa yang digunakan warga setempat dan peziarah beristirahat.
Serta melakukan kegiatan pengajian rutin pada Malam Jumat, dipimpin Tarman, sesepuh desa dan pimpinan kelompok salawat nariyah.
Di luar kompleks Makam Mbah Aji terdapat musala yang dibangun bersamaan dengan renovasi makam pada tahun 1971.
”Peziarah yang datang ke Makam Mbah Aji biasanya melakukan ibadah salat di musala ini,” tambah Sapar, 54, warga setempat.
Peziarah yang datang berziarah untuk mencari berkah lebih banyak dari berbagai daerah.
Seperti Tuban, Malang, hingga gresik.
Di sisi lain, wisata religi ini kerap dikunjungi pada malam hari.
Tidak jarang banyak peziarah memilih menginap di musala kompleks pemakaman Mbah Aji demi mendapatkan keberkahan. (zukria amelia)
Editor : Moch. Chariris