Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Surganya Durian di Kaki Gunung Penanggungan, dari Jenis Merica hingga Musang King

Moch. Chariris • Jumat, 22 Desember 2023 | 02:32 WIB
JENIS LOKAL: Pedagang durian, Eka Nur Oktaviana menunjukkan salah satu jenis durian di rumahnya, Desa Duyung, Kecamatan Trawas. (foto Moch. Chariris)
JENIS LOKAL: Pedagang durian, Eka Nur Oktaviana menunjukkan salah satu jenis durian di rumahnya, Desa Duyung, Kecamatan Trawas. (foto Moch. Chariris)

RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Siapa yang tidak mengenal buah durian? Rasa buahnya dikenal manis, legit, dan lumer di lidah, membuat durian lazim disebut rajanya buah. Bagi penggila buah dengan kulit berduri itu, seolah tak mau melewatkan ketika musim panen tiba.

Nah, memasuki bulan Desember ini, tentu menjadi berkah bagi penjual maupun petani durian. Salah satunya di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Bersamaan dengan datangnya waktu libur sekolah, Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, desa yang dinonabatkan sebagai kampung durian itu belakangan tak pernah sepi pengunjung. Pengunjung yang datang rata-rata adalah wisatawan domestik dan para penikmat durian.

Memasuki jalan perkampungan di bawah kaki Gunung Penanggungan, pandangan wisatawan akan langsung tertuju ke teras-teras rumah penduduk. Tak sedikit buah durian digantungkan di antara lapak, di meja, atau bahkan menumpuk di teras dan samping rumah. Melihat kedatangan mobil rombongan calon pembeli, seketika warga sekaligus pedagang menyapa dan menawarkan. ”Silakan buah duriannya. Mau yang khas Trawas, durian merica, lokal atau durian istimewa,” lontar salah satu warga sembari menawarkan durian.

LEGIT: Durian jenis simas dikenal rendah kolesterol dan rendah gula.
LEGIT: Durian jenis simas dikenal rendah kolesterol dan rendah gula.

Durian-durian yang ditawarkan sebagian besar hasil panen petani desa setempat. Seperti durian merica, jenis musang king, bawor, durian mentega atau bokor, hingga lie atau simas. ”Di sini khasnya memang durian merica. Tapi, sudah banyak petani menanam jenis musang king dan simas,” ungkap Eka Nur Oktaviana, pedagang durian setempat.

Begitu hati sudah menentukan pilihan tempat, pengunjung biasa langsung mencoba durian merica. Durian asli Trawas yang bentuknya seperti bola berukuran kecil. Namun, ketika baru dibuka, bau harum dan menggoda, membuat para penikmati ngiler. ”Rasanya manis legit. Ada juga yang manis pahit,” tutur Indah, wisatawan asal Kota Madiun. Harga jual durian merica bervariatif. Rata-rata ditawarkan antara Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per buah.

Bagi pembeli yang tak puas dengan hanya mencici durian merica, mereka langsung dimanjakan dengan ragam rasa jenis durian lainnya. Seperti durian lokal. Durian ini menawarkan jenis rasa mentega ketan dan susu. Karena kelezatan rasanya, penjual biasa menawarkan dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 70 ribu. ”Harga tergantung kualitasnya,” lontar Eka.

MENGGODA SELERA: Durian jenis bawor banyak dijual di Desa Duyung, Kecamatan Trawas. (foto Moch. Chariris)
MENGGODA SELERA: Durian jenis bawor banyak dijual di Desa Duyung, Kecamatan Trawas. (foto Moch. Chariris)

Selain itu, ada durian bawor asli Jawa Tengah. Warna daging buah kekuningan, tebal, manis, dan bikin nagih. Selebihnya ada durian jenis musang king, lie atau simas. Jenis simas dikenal dengan durian low choles dan gula. Daging buahnya berwarnanya oranye dan tebal. ”Kandungan kolesterol dan gulanya rendah. Banyak yang mencari jenis ini,” imbuh Eka.

 Aminah pedagang durian lainnya menambahkan, durian jenis lie atau simas biasa ia tawarkan kepada pelanggan antara Rp 20 ribu hingga Rp 70 ribu. ”Rasanya pulen, tidak mengandung kadar alkohol,” jelasnya. Sementara kasta tertinggi dalam dunia buah durian adalah jenis musang king. Selain wangi dan mengugah selera, warna daging kekuningan, tebal, bertekstur lembut, dan rasa istimewa, membuat harga jual durian satu ini melejit. Yakni, dibanderol dari Rp 150 ribu hingga Rp 170 ribu per kilogram.

Berkah musim panen dan liburan ini otomatis menaikkan omzet pedagang di kampung durian. Eka menyatakan, di hari-hari biasa, pendapatan dari menjual durian antara Rp 2 juta hingga Rp 7 juta. Namun, selama musim liburan ini, omzetnya naik drastis. Dari Rp 10 juta hingga Rp 20 juta dalam sehari. ”Rata-rata pelanggan suka menikmati durian di sini, sembari menikmati suasana desa khas pegunungan, dingin dan asri,” pungkas Eka.

 

Editor : Moch. Chariris
#penanggungan #durian #trawas