LIBURAN sekolah akhir tahun sudah di depan mata. Hal ini biasanya menjadi momen meningkatnya jumlah pengunjung di berbagai destinasi wisata sejarah. Termasuk, di Museum Kaputren, di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Museum kecil dinaungi bangunan pendapa seluas sekitar 8 x 7 meter ini sangat cocok jadi jujukan berlibur. Tempatnya nyaman, dan koleksinya beragam. Koleksi benda sejarah di tempat ini, tak lain sejumlah artefak temuan ekskavasi pertama Situs Bhre Kahuripan tahun 2019 silam.
"Koleksi ini didapat dari ekskavasi Situs Bhre Kahuripan tahun lalu. Kemudian, benda temuannya diletakkan di museum ini sejak 2020 kemarin," tutur Nur Salim, jupel Situs Bhre Kahuripan, kepada Radar Majapahit, Kamis (14/12) siang.
Menurut Nur Salim, keberadaan museum desa ini diharapkan menjadi destinasi wisata dan sejarah Kerajaan Majapahit. Khususnya, terkait Situs Bhre Kahuripan dan Tribuana Tunggadewi. "Ini untuk menyelamatkan, melestarikan, memberdayakan warisan sejarah, dan budaya," imbuh pria 54 tahun tersebut.
Suparlan, warga setempat menambahkan, museum tersebut selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar dan mengetahui koleksi peninggalan Ratu Tribuana Tunggadewi atau Kerajaan Majapahit.
"Dari awal berdiri sampai sekarang, museum ini dibuka untuk umum, dan gratis. Biasanya, banyak anak-anak sekolah atau wisatawan. Apalagi, setelah ini liburan semester, malah ramai," ungkapnya.
Selain belajar melalui narasi sejarah yang tertera di setiap koleksi museum tersebut, wisatawan bisa menggali keterangan seputar situs dan museum. Di sekitar museum desa, terdapat taman untuk dimanfaatkan sebagai wahana bermain. Bahkan, dilengkapi toilet, musala, hingga Patung Tribuana Tunggadewi. ’’Pendapa museum ini sebenarnya juga sebagai pendapa pertanian Desa Klinterejo,’’ tandasnya. (rizki firmansyah)
Editor : Moch. Chariris