MENIKMATI buah anggur langsung dari pohonnya tentu memberikan sensasi sendiri bagi penikmat buah anggur.
Sensasi tersebut bisa didapatkan saat berkunjung ke wisata kampung anggur, di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di sini, pengunjung tak hanya disuguhi panorama jalan setapak dikelilingi pohon anggur. Namun, juga berkesempatan menikmati segarnya buah anggur saat itu juga.
Berdampingan dengan sungai, wisata kampung anggur ini berupa ruas jalan sepanjang 165 meter dikelilingi ratusan pohon anggur di kanan-kirinya. Mulanya, tempat itu hanyalah bantaran sungai kosong dan kumuh.
Hingga pada tahun 2018, Aan Iqbal, 40, petani anggur asal Desa Kedungmaling, bekerja sama dengan pemerintah Desa Kedungmaling, Kelompok Tani Anggur Majapahit sepakat mengubah lingkungan kumuh tersebut. Menjadi tempat tak sekadar sedap dipandang, namun dapat mengangkat ekonomi warga.
Diresmikan tahun 2021 oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kampung anggur ini masih sering dikunjungi wisatawan. Tidak ada tarif masuk, menjadi nilai plus bagi pengunjung untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai tujuan rekreasi.
Cuaca ekstrem musim kemarau belakangan ini, tidak lantas mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung. Sebaliknya, buah anggur lebih mudah tumbuh saat kondisi cuaca sedang terik.
”Justru kalau cuaca panas seperti ini buah anggur lebih mudah tumbuh. Buah ini memang aneh, beda dengan buah-buah yang lain. Kalau buah lain butuh air, buah anggur justru butuh panas. Kalau kebanyakan terkena air nanti cepat membusuk,” Amin, perawat tanaman anggur, Senin, (23/10).
Setidaknya, terdapat 8 jenis buah anggur yang ditanam di kampung anggur Desa Kedungmaling ini. Di antaranya jenis baikonur new, julian, transfiguration, harold, beauty krasotska, dan lain-lain. Bibit berbagai jenis buah anggur tersebut didatangkan dari luar negeri.
”Cara membedakannya ya dari warnanya, dari rasanya tentunya juga beda”, ujar pria 36 tahun tersebut. Panen buah anggur tidak mengenal musim panen tertentu. Pengelola dapat secara bebas menjadwalkan panen sesuai musim. Setelah dipanen, buah anggur selanjutnya dijual. Baik kepada pengunjung maupun pemesan.
Amin mengungkapkan, anggur hasil panen dijual Rp100 ribu. Pembeli dapat mencampur varian-varian buah anggur sesuai yang diinginkan. Amin mengatakan, penjualan tertinggi terjadi pada tahun 2022, mencapai 300 kilogram.
”Tahun 2022 kemarin, kita mencetak top skor. Ada 300 kilogram buah anggur berhasil terjual,” tandas Amin. Tak hanya siang, wisata kampung anggur ini juga sering didatangi pengunjung di malam hari.
Suasana yang tenang, nyaman, damai serta jauh dari lalu lalang kendaraan, menjadikan tempat tersebut seringkali dipilih untuk bersantai. (wahyu arfian syah/moch. chariris)
Editor : Chariris