Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Kolam Segaran Surut, Tanah Retak-Retak, dan Minim Pengunjung

Chariris • Selasa, 31 Oktober 2023 | 18:42 WIB
Kondisi wisata Kolam Segaran di Desa/Kecamatan Trowulan, di tengah musim kemarau sepi pengunjung.
Kondisi wisata Kolam Segaran di Desa/Kecamatan Trowulan, di tengah musim kemarau sepi pengunjung.


CUACA panas dan terik tak hanya berdampak pada kesehatan, seperti dehidrasi hingga gangguan pernapasan. Namun, juga berakibat terhadap lingkungan dan objek wisata sejarah.





Salah satu yang terdampak adalah situs Kolam Segaran, di Jalan Brawijaya, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini. Situs peninggalan Majapahit biasanya ramai pengunjung, kini terlihat sepi.





Bahkan, di akhir pekan sekalipun. Cuaca panas berkepanjangan menyebabkan air kolam surut, serta menimbulkan dasar kolam retak-retak. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak September lalu.





”Biasanya kalau tahun-tahun kemarin bulan September sudah mulai mendung. Memang belum hujan, tapi minimal tertutup dengan mendung itu tadi lah. Beda dengan tahun sekarang,” ungkap Jumain, juru kebersihan Kolam Segaran, Sabtu (21/10).





”Karena airnya sedang surut, jadi yang memancing sekarang tinggal sedikit.” imbuh warga Dusun Unggahan, Desa Trowulan tersebut.





Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, Kolam Segaran merupakan tempat penampungan air, serta memiliki filosofi Samudramantana(pengadukan lautan susu) yang dijunjung tinggi masyarakat Majapahit di masa lampau.





Nama Segaransendiri diambil dari Bahasa Jawa, yang berarti laut. Nama itu disematkan kepada luasnya area Kolam Segaran, seperti lautan. Luas kolam segaran memiliki panjang 375 meter, lebar 175 meter, tebal tembok kolam 1,60 meter, dan tinggi 2,88 meter, serta dibatasi batu bata merah berdenah persegi panjang.





Kini lokasi tersebut sering dijadikan sebagai destinasi wisata dan tempat bersantai. Baik bagi warga sekitar maupun pengunjung yang datang dari luar Trowulan. Mayoritas mereka berasal dari kalangan muda-mudi.





Paling banyak pengunjung datang di pagi dan sore hari, khususnya hari Minggu. Malam harinya, Kolam Segaran kerap dijadikan sebagai spot memancing.  





Menurut warga setempat, di dalam kolam segaran memang terdapat banyak ikan. Seperti wader, belut, dan betik. Namun, seiring dengan meningkatnya suhu cuaca, menyebabkan air kolam menjadi surut. Parahnya cuaca ekstrem tersebut menimbulkan retakan-retakan tanah dasar kolam. Kondisi itu membuat Kolam Segaran kurang diminati wisatawan.





Kendati demikian, masih terdapat pengunjung dari kalangan pelajar yang menyempatkan waktu untuk bersantai. ”Kebetulan pas lagi libur sekolah,” ujar Ruben, 15, pelajar asal Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, yang datang bersama tiga temannya. (wahyu arfian syah/moch. chariris)





Photo
Photo
CUACA TERIK: Terdapat retakan-retakan pada dasar Kolam Segaran akibat cuaca ekstrem. (foto Wahyu Arfian Syah)

Sedulur Sikep di Dukuh Karangpace Desa Kolopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora saat menggelar tradisi Campur Baur.
Sedulur Sikep di Dukuh Karangpace Desa Kolopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora saat menggelar tradisi Campur Baur.
Editor : Chariris