Destinasi wisata di Mojokerto sangatlah beragam. Salah satunya wisata air Sungai Boro di Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Aliran Sungai Boro melintasi Desa Lebakjabung tersebut membawa berkah bagi warga setempat. Setidaknya, ada beberapa spot di sepanjang aliran sungai yang jernih dan menyegarkan. Mulai Dam Payung hingga Padusan Watu Trawas. Kedua tempat ini berdekatan dan berada dalam satu kawasan di pinggir aliran Sungai Boro.
Kesegaran dan jernihnya air Sungai Boro menjadikan tempat ini sebagai jujukan wisatawan. Nyaris di setiap akhir pekan atau hari libur, selalu ramai pengunjung. ”Seperti saat tanggal merah, libursekolah dan saat weekend,” kata Sudik, pengelola wisata.
Tak hanya dari sekitaran Mojokerto. Tak sedikit wisatawan dari Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan beberapa daerah di Jatim, berminat datang ke sini. Sejatinya, Dam Payung merupakan pintu air yang dibangun zaman penjajahan Belanda.
Fungsi utamanya adalah mengendalikan debit air di sepanjang Sungai Boro. Layaknya bangunan peninggalan Belanda lainnya, bendungan ini menyimpan ciri khas yang sama. Kuat dan kokoh. Kini bebatuan di Dam Payung diberi warna-warni untuk menambah pesona dan memikat wisatawan.
Di sepanjang aliran sungai ada objek yang disebut biasa warga setempat dengan nama Padusan Watu Trawas. Letaknya tak jauh dari Dam Payung. Padusan Watu Trawas merupakan batu besar di sisi sungai. Karena bentuknya yang unik dan Instagrammable, batu ini juga menjadi jujukan pengunjung berswafoto.
Sujai, pedagang di kawasan wisata air Desa Lebakjabung menambahkan, untuk menikmati kesegaran air dan keindahan view Sungai Boro pengelola tak memungut tiket. ’’Pengunjung bebas masuk dan bermain atau bersantai tanpa perlu membayar tiket,” katanya.
Namun, demi ketertiban dan keamanan kendaraan pengunjung, pengelola tetap menerapkan parkir. Rp 5 ribu untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil. (firman/moch. chariris)
Editor : Chariris