Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Candi Brahu, Bangunan Suci Tempat Menyimpan Abu Jenazah

Chariris • Rabu, 6 September 2023 | 20:09 WIB
BANGUNAN SUCI: Candi Brahu terletak di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
BANGUNAN SUCI: Candi Brahu terletak di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.


Mojokerto menjadi salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan destinasi wisata sejarahnya. Mojokerto dijuluki sebagai Bumi Majapahit sudah tak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Terutama, di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.





Destinasi wisata sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Berikut rekomendasi destinasi wisata bersejarah peradaban Majapahit di kecamatan tersebut. Salah satunya adalah Candi Brahu.





Candi Brahu terletak di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Wisatawan dapat berkunjung ke candi ini hanya dengan merogoh Rp 3 ribu per orang.





Candi Brahu diperkirakan berasal dari kata wanaru atau waharu yang berarti sebuah bangunan suci. Pernah disebutkan dalam prasasti tembaga Alasantan, yang ditemukan sekitar 45 meter dari Candi Brahu. Candi Brahu disinyalir telah dibangun pada tahun 861 Saka, tepatnya pada 9 September 939 Masehi.





Menurut masyarakat setempat, candi tersebut digunakan sebagai tempat menyimpan abu hasil pembakaran jenazah ketika masa Kerajaan Majapahit berlangsung. Namun, ketika diteliti lebih lanjut oleh para arkeolog, pendapat masyarakat sekitar tidak dapat dibuktikan karena memang tidak ada bekas pembuangan abu pada bilik Candi Brahu. (sevira/moch. chariris)





Photo
Photo
KOKOH: Candi Brahu disinyalir telah dibangun pada tahun 861 Saka, tepatnya pada 9 September 939 Masehi. (sevira for Radar Majapahit)

DISKUSI: Sejumlah pegiat kesenian berdiskusi untuk persiapan Pekan Kesenian Nasional.
DISKUSI: Sejumlah pegiat kesenian berdiskusi untuk persiapan Pekan Kesenian Nasional.
Editor : Chariris