Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Situs Kolam Segaran di Mojokerto Jadi Saksi Bisu Teknologi dan Tradisi Kerajaan Majapahit

Imron Arlado • Sabtu, 8 November 2025 | 21:17 WIB
Kolam Segaran, kolam terbesar era Majapahit di Trowulan, Mojokerto
Kolam Segaran, kolam terbesar era Majapahit di Trowulan, Mojokerto

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kolam Segaran di Trowulan, Mojokerto, adalah salah satu warisan sejarah penting dari kejayaan Kerajaan Majapahit. Kolam ini terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kolam Segaran adalah salah satu dari 32 kolam kuno yang masih bisa disaksikan sampai sekarang sebagai peninggalan peradaban Majapahit. Nama "Segaran" dalam bahasa Jawa berarti lautan, yang menggambarkan luasnya kolam ini hampir seperti lautan.

Peta rekonstruksi ibu kota Majapahit yang dibuat oleh Ir. Henry Maclain Pont menempatkan Kolam Segaran tepat di depan Keraton Majapahit, sehingga kolam ini tidak hanya berfungsi sebagai bangunan biasa, tetapi juga memiliki makna simbolis dan fungsional yang besar.

 

 

Kolam Segaran menjadi simbol dari Samudramantana, yaitu pengadukan lautan susu yang merupakan dasar kosmologi dari agama Hindu-Buddha yang dikenal di Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Konsep ini juga ditemukan pada reruntuhan ibu kota Angkor di Kamboja.

Kolam ini memiliki ukuran panjang 375 meter, lebar 125 meter, dinding batu bata merah dengan ketebalan 1,6 meter dan tinggi 3,16 meter. Kolam ini dirancang dengan teknik konstruksi sipil yang maju pada masa Majapahit.

Kolam Segaran mampu menampung air hingga 223.125 meter kubik, sehingga kolam ini juga berfungsi sebagai waduk penyimpanan air, terutama untuk keperluan irigasi pertanian di sekitar Trowulan.

Kolam Segaran pertama kali ditemukan oleh Ir. Henry Maclain Pont pada tahun 1926 dalam kondisi tertimbun tanah dan rerumputan dengan luas lebih dari 65 ribu meter persegi.

Setelah itu, dilakukan ekskavasi dan pemugaran oleh Dinas Purbakala Pemerintah Hindia Belanda dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur dalam beberapa periode, seperti tahun 1966, 1975-1976, dan 1982-1983, untuk melestarikan situs ini sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah.

Selain fungsi teknis sebagai waduk irigasi dan pengendali banjir, Kolam Segaran juga memiliki nilai sosial dan budaya. Menurut catatan sejarah dan cerita rakyat, kolam ini dahulu digunakan sebagai tempat rekreasi bagi kerajaan Majapahit.

Pada malam hari saat bulan purnama, permukaan air kolam memantulkan cahaya bulan, menciptakan pemandangan menakjubkan yang disebut "Citra Wulan".

Keindahan ini membuat kolam ini menjadi tempat berkumpulnya para bangsawan hingga raja, bahkan rakyat biasa sering mengadakan pertunjukan kesenian dan menyanyi di sekitar kolam.

Kolam ini menunjukkan kemewahan dan kemajuan peradaban Majapahit dalam mengembangkan teknologi irigasi dan tata kota. Saat ini, selain sebagai situs arkeologi, Kolam Segaran menjadi tempat wisata yang menarik bagi pengunjung.

 

 

Wilayah kolam ini digunakan untuk berbagai aktivitas seperti memancing, berolahraga, dan rekreasi, dengan pemandangan air yang luas serta suasana desa yang hijau dan damai.

Kolam Segaran tetap dianggap sebagai kebanggaan masyarakat Mojokerto, sebagai simbol kejayaan kerajaan Majapahit yang sampai saat ini masih terjaga.

Pemerintah dan Balai Pelestarian Cagar Budaya terus berusaha menjaga dan melestarikan kolam ini sebagai warisan budaya untuk generasi mendatang.

Meskipun menghadapi tantangan dari modernisasi dan perubahan penggunaan lahan, pelestarian Kolam Segaran sangat penting sebagai pengingat sejarah kejayaan kerajaan dan warisan teknologi serta budaya yang tinggi. (RIZMA/Wulandari)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #trowulan #Segaran #kolam segaran