Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Dari Candi hingga Desain Modern, Jejak Arsitektur Majapahit yang Menginspirasi Estetika Bangunan Masa Kini

Imron Arlado • Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Arsitektur Majapahit Masa Kini
Arsitektur Majapahit Masa Kini

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Gaya arsitektur Majapahit tidak hanya tertinggal di antara bata merah kuno dan reruntuhan candi di Trowulan, tetapi juga mengalir hingga ke rancangan bangunan modern Indonesia. 

Unsur-unsur khas seperti simetri yang tegas, gerbang megah, serta motif geometris yang sarat makna kini kembali dihidupkan oleh para arsitek kontemporer sebagai wujud penghormatan terhadap warisan estetika Nusantara. 

Dalam berbagai karya, dari rekonstruksi candi dan gapura bersejarah hingga rumah tinggal, galeri seni, dan bangunan publik bergaya modern, pengaruh Majapahit terasa kuat sebagai sumber inspirasi visual sekaligus filosofis. 

Transformasi ini membuktikan bahwa arsitektur masa lalu tidak pernah benar-benar usang; ia justru terus beradaptasi, menemukan bentuk baru yang menyatukan tradisi dan modernitas dalam harmoni yang indah.

 

Baca Juga: Jejak Perempuan Majapahit yang Menjaga Harmoni Nusantara

 

Batu Bata Merah dan Filosofi Keseimbangan

Salah satu ciri paling menonjol dari arsitektur Majapahit terletak pada penggunaan bata merah yang disusun rapi tanpa perekat semen, membentuk struktur geometris yang simetris dan presisi. 

Teknik konstruksi ini tidak hanya menunjukkan kemahiran para tukang masa itu, tetapi juga mengandung filosofi mendalam tentang keseimbangan antara manusia, alam, dan ruang. Prinsip harmoni inilah yang kemudian banyak diadopsi kembali oleh arsitek masa kini. 

Melalui permainan tekstur alami pada fasad, pencahayaan yang lembut, serta konsep ruang terbuka yang menyatu dengan lingkungan, nilai-nilai arsitektur Majapahit dihadirkan dalam wujud baru yang modern dan berkesadaran ekologis. 

Jejaknya tampak jelas pada berbagai kafe, museum, hingga resort di Jawa Timur dan Bali yang menggabungkan kehangatan bata merah dengan estetika minimalis kontemporer merupakan sebuah bukti bahwa warisan arsitektur kuno dapat hidup kembali tanpa kehilangan jiwanya.

 

Baca Juga: Peran Keluarga Tribhuwana dalam Membangun Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit

 

Simbol Keagungan dan Identitas Nusantara

Gapura Wringin Lawang dan Candi Bajang Ratu menjadi bukti nyata bahwa arsitektur Majapahit tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga sarat dengan makna simbolik.

Gerbang-gerbang tinggi yang menjulang itu bukan sekadar elemen struktural, melainkan lambang penyambutan, kebesaran jiwa, dan keterbukaan terhadap dunia luar. 

Di balik bentuknya yang megah tersimpan filosofi tentang kekuasaan yang bijak dan keseimbangan antara spiritualitas serta kehidupan duniawi.

Nilai-nilai simbolik tersebut kini dihidupkan kembali oleh arsitek dan desainer modern sebagai penanda identitas arsitektur Nusantara. 

Unsur gerbang monumental, susunan bata berirama, dan permainan bentuk simetris sering diterapkan dalam bangunan publik, hotel, hingga hunian pribadi masa kini. 

Dengan cara ini, arsitektur Majapahit tidak lagi hanya dipandang sebagai peninggalan masa lampau, tetapi menjadi inspirasi yang meneguhkan karakter dan jati diri arsitektur Indonesia di tengah arus globalisasi yang seragam.

 

Baca Juga: Asal Usul Reog Ponorogo, Seni Tradisional yang Mulanya Digunakan untuk Mengkritik Raja Majapahit

 

Transformasi Nilai dalam Desain Kontemporer

Sejumlah arsitek muda kini berupaya menghidupkan kembali semangat arsitektur Majapahit dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Melalui bantuan teknologi digital, mereka merancang ulang bentuk-bentuk klasik kerajaan masa lampau ke dalam desain yang fungsional, efisien, dan ramah lingkungan. 

Pola bata khas Majapahit diinterpretasikan ulang melalui desain parametrik yang dinamis, sementara prinsip ventilasi alami dan integrasi ruang hijau diterapkan untuk menciptakan keseimbangan antara estetika dan kenyamanan. 

Pendekatan ini tidak sekadar menghadirkan nostalgia visual, tetapi juga menjadi refleksi atas kebijaksanaan arsitektur tradisional yang menempatkan alam dan manusia dalam harmoni. 

Dari sini tampak jelas bahwa modernitas bukan berarti menanggalkan akar tradisi, melainkan menemu-ulangnya dalam bentuk baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.

 

Warisan yang Terus Hidup

Di tengah tren arsitektur modern yang kerap menonjolkan kemewahan dan kompleksitas desain, inspirasi dari Majapahit justru menghadirkan kesederhanaan yang penuh makna. 

Warisan arsitektur kerajaan ini mengajarkan bahwa keindahan sejati tidak hanya lahir dari bentuk fisik yang megah, tetapi dari keseimbangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan. 

Unsur bata merah yang hangat, gerbang megah yang melambangkan keterbukaan, serta tata ruang yang mengalir harmonis menjadi wujud nyata filosofi tersebut.

Nilai-nilai itu kini kembali bergema dalam karya-karya arsitektur kontemporer yang berupaya menyatukan tradisi Nusantara dengan semangat modernitas. 

Dengan demikian, Majapahit tidak hanya hidup di masa lalu, tetapi terus bernafas dalam setiap desain yang berusaha menghadirkan keanggunan, kesederhanaan, dan kebijaksanaan dalam ruang-ruang masa kini. (BINTANG PURNAMA/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#majapahit #jawa timur #bali #arsitektur #candi