Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Reinkarnasi Seni Majapahit: Dari Candi ke Catwalk dan Layar Digital

Imron Arlado • Jumat, 17 Oktober 2025 | 01:50 WIB

Gapura Bajang Ratu Mojokerto
Gapura Bajang Ratu Mojokerto

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT Warisan estetika Majapahit kini bertransformasi dan menemukan napas baru di tengah geliat kreativitas era modern.

Ragam motif klasik dari relief candi, ukiran arsitektur kuno, hingga simbol-simbol kerajaan yang dulu menghiasi masa kejayaan Majapahit kembali dihidupkan dalam wujud karya kontemporer—mulai dari dunia fashion, film, teater, hingga desain digital.

Para seniman dan kreator muda Indonesia tidak lagi sekadar meniru bentuk-bentuk lama, melainkan menafsirkan ulang makna dan semangat kejayaan Majapahit melalui bahasa visual yang segar dan relevan dengan zaman.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana warisan budaya tidak pernah beku, melainkan terus berevolusi, menjembatani tradisi leluhur dengan inovasi modern dalam satu kesatuan estetika yang memperkaya identitas seni Nusantara.

Kebangkitan seni bergaya Majapahit semakin nyata dalam beragam ekspresi kreatif masyarakat modern. Di ranah fashion, misalnya, para desainer tanah air mulai mengeksplorasi kekayaan motif ukiran batu candi dan palet warna alami khas tanah liat Trowulan sebagai inspirasi utama rancangan mereka.

Hasilnya adalah busana-busana modern yang memadukan siluet anggun dengan sentuhan geometris khas era klasik, menciptakan harmoni antara keanggunan kontemporer dan nuansa historis.

Tak berhenti di panggung mode, nilai-nilai artistik Majapahit juga menembus dunia film dan teater. Produksi-­produksi modern kini banyak menampilkan visual megah dan simbolisme yang sarat makna, menghadirkan kembali semangat kebangsaan dan kebudayaan Nusantara melalui medium seni yang hidup dan dinamis.

Dalam dunia digital, semangat Majapahit menjelma melalui karya ilustrasi, animasi, hingga permainan video bertema sejarah. Para ilustrator dan desainer grafis menciptakan ulang dunia Majapahit dengan teknologi 3D dan augmented reality, memungkinkan generasi muda merasakan langsung pesona estetika masa lalu melalui gawai mereka.

Upaya ini bukan sekadar bentuk nostalgia, melainkan langkah konkret untuk menjaga agar nilai-nilai estetika Majapahit tetap hidup di tengah arus globalisasi budaya populer.

Kebangkitan ini menandai lahirnya kesadaran baru di kalangan generasi kreatif bahwa kemajuan sejati tidak harus berarti memutus hubungan dengan akar budaya.

Majapahit, yang pernah menjadi pusat kemegahan seni, sastra, dan arsitektur di Nusantara, kini tampil kembali bukan sebagai simbol masa lalu semata, melainkan sebagai sumber inspirasi yang melahirkan karya-karya inovatif berwawasan masa depan.

Melalui tafsir artistik yang segar dan terbuka, nilai-nilai estetika klasik Majapahit menemukan ruang baru untuk berkembang—menghadirkan bentuk-bentuk ekspresi yang lebih inklusif, relevan, dan selaras dengan semangat zaman tanpa kehilangan esensi kearifan tradisi yang melahirkannya.

Reinkarnasi seni Majapahit di era digital menjadi bukti bahwa warisan budaya sejati tidak pernah hilang, melainkan terus bertransformasi mengikuti zaman.

Dari batu candi yang kokoh hingga panggung catwalk yang gemerlap, dari relief kuno hingga layar digital berteknologi tinggi, semangat estetika Majapahit tetap menyala sebagai simbol jati diri bangsa yang berakar kuat pada tradisi namun terbuka terhadap inovasi.

Di tengah arus budaya global yang kian deras, kebangkitan ini menjadi pengingat bahwa masa depan seni Indonesia akan tumbuh gemilang justru ketika berpijak pada kebijaksanaan, kearifan, dan keindahan yang diwariskan oleh peradaban masa lalunya. (BINTANG PURNAMA)

Editor : Martda Vadetya
#seni #Bajang ratu #Arsitektur Kuno #candi #estetika #digital