Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Warna Kerajaan di Era Modern: Kebangkitan Batik dan Tari Topeng Majapahit

Imron Arlado • Rabu, 1 Oktober 2025 | 03:00 WIB

Tari Topeng Malangan Hiburan Khas dia Zaman Kerajaan Majapahit
Tari Topeng Malangan Hiburan Khas dia Zaman Kerajaan Majapahit

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Sentuhan merah bata, kilau emas, dan biru tua yang dulu mewarnai kemegahan istana Majapahit kini bangkit kembali, menari di atas kain batik dan gemerlap panggung seni.

Di Trowulan—jantung kerajaan yang pernah menguasai nusantara—denyut sejarah terasa hidup ketika perajin batik dan seniman muda menghidupkan kembali kejayaan leluhur. 

Motif Surya Majapahit, ragam flora, hingga simbol-simbol kebesaran kerajaan mereka terjemahkan menjadi corak kain yang anggun, sementara para penari topeng menampilkan gerak yang sarat makna. 

Perpaduan warna dan gerak itu menjadikan setiap pertunjukan bukan sekadar tontonan, melainkan perayaan warisan budaya yang tetap memikat mata dan hati penonton masa kini.

Di Sanggar Arum Budaya, denting canting terdengar tanpa henti, seakan menirukan napas sejarah. Motif Surya Majapahit, kala makara, serta aneka flora dan fauna—simbol kemegahan abad ke-14—diolah kembali menjadi rancangan memikat untuk busana kasual, gaun pesta, hingga aksesori modern.

 

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Resmi Naungi 58 Cagar Budaya, Disbudporapar Tuntaskan Penetapan Tahap I dan II

 

Upaya ini menegaskan tekad para perajin batik untuk menjadikan warisan Majapahit hadir dalam keseharian generasi kini, bukan sekadar tersimpan di balik kaca museum, sehingga nilai tradisi tetap hidup dan diminati pasar.

Semangat serupa menyala di panggung terbuka Museum Trowulan. Penari topeng Majapahit bergerak anggun, setiap langkah berpadu selaras dengan denting gamelan yang menggema penuh pesona. 

Kostum bernuansa merah bata dan emas berkilau menampilkan aura kemegahan, mencerminkan kemakmuran kerajaan pada masa keemasannya. 

Pertunjukan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian gerak dan filosofi hidup Majapahit agar tetap bertahan dan tidak tergerus arus waktu.

Kebangkitan seni dan busana bercorak Majapahit ini juga memacu denyut ekonomi setempat. Menurut catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mojokerto, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Trowulan melonjak sekitar 20 persen pada paruh pertama tahun ini.

 

Baca Juga: Kerajaan Majapahit Bali, Antara Identitas, Politik, dan Pariwisata

 

Dampaknya langsung terasa bagi pelaku UMKM: pesanan kain bermotif Surya Majapahit untuk busana pesta, dekorasi, hingga souvenir melonjak signifikan, bahkan menembus pasar mancanegara dan menarik minat kolektor luar negeri.

Kebangkitan seni dan busana bercorak Majapahit ini juga memacu denyut ekonomi setempat. Menurut catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mojokerto, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Trowulan melonjak sekitar 20 persen pada paruh pertama tahun ini. 

Dampaknya langsung terasa bagi pelaku UMKM: pesanan kain bermotif Surya Majapahit untuk busana pesta, dekorasi, hingga suvenir melonjak signifikan, bahkan menembus pasar mancanegara dan menarik minat kolektor luar negeri.

 

Baca Juga: Begini Kisah Sumpah Palapa yang Melegenda, dari Ikrar Gajah Mada hingga Semangat Menyatukan Nusantara

 

Di tengah arus modernitas, pesona warna kerajaan Majapahit bangkit kembali, tak sekadar sebagai bayangan masa kejayaan, melainkan sebagai sumber gagasan yang terus melahirkan kreasi baru. 

Dari helai kain batik hingga panggung pertunjukan seni, warisan agung ini menunjukkan bahwa budaya Nusantara sanggup beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan kemegahan dan identitasnya yang khas. (BINTANG PURNAMA)

Editor : Martda Vadetya
#Pesona #tari topeng malangan #majapahit #pelaku umkm #pasar mancanegara #surya majapahit #kebudayaan #trowulan #batik majapahit