JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, dikenal karena kejayaan politik dan militernya. Namun, dibalik kemegahan istana dan strategi penaklukan, tersimpan sisi gelap yang jarang dibahas.
Yaitu praktik-praktik gaib dan ritual-ritual mistis yang menyelimuti kehidupan bangsawan dan prajurit nya. Dari pemujaan roh leluhur hingga ritual penguatan pasukan, kisah-kisah ini diwariskan secara lisan dan tertulis dalam babad maupun naskah kuno.
Di balik kejayaan Majapahit sebagai kerajaan maritim terbesar di Nusantara, tersimpan kepercayaan bahwa sebagian warisan spiritualnya tidak sepenuhnya berada di dunia nyata.
Beberapa tokoh spiritual dan masyarakat lokal percaya bahwa keraton Majapahit dimoksa hilang secara gaib, untuk melindungi pusaka dan rahasia kerajaan dari tangan jahil manusia.
Kepercayaan Mistis dan Ritual Gaib
- Majapahit sangat dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha, yang sarat dengan praktik spiritual seperti meditasi, tapa, dan penggunaan jimat.
- Raja dianggap sebagai titisan dewa, dan kekuatan gaib diyakini membantu menjaga stabilitas kerajaan.
- Ritual-ritual tertentu dilakukan untuk berkomunikasi dengan dunia gaib, termasuk penggunaan mantra dan benda keramat.
Baca Juga: Raden Wijaya Pendiri Majapahit dan Strategi di Balik Runtuhnya Singhasari
Penjaga Gaib Situs Trowulan
- Beberapa spiritualis percaya bahwa situs-situs peninggalan Majapahit seperti Candi Brahu, Kolam Segaran, dan Gapura Bajang Ratu masih dijaga oleh makhluk halus.
- Ada cerita tentang kabut abadi di Trowulan yang muncul secara misterius dan diyakini sebagai “tirai gaib” yang menyembunyikan dunia lain.
Gerbang Gaib dan Gajah Mada
- Legenda menyebutkan bahwa Gajah Mada pernah menembus gerbang gaib di Pantai Selatan dan bertemu pasukan tak kasat mata.
- Gerbang ini konon hanya muncul bagi mereka yang bersumpah pada langit dan bumi, dan menjadi simbol kekuatan spiritual tertinggi.
Kisah-kisah ini tidak tercatat dalam kitab sejarah resmi, tapi hidup dalam bisik-bisik para penjaga adat dan tradisi lisan masyarakat Jawa.
Tirai Kabut dan Keraton yang Dimoksa
Konon, keraton Majapahit bukan hancur, melainkan dimoksa, hilang secara gaib demi menjaga rahasia kekuasaan dan pusaka kerajaan dari tangan jahil manusia.
Menurut kepercayaan Jawa kuno, moksa adalah pelepasan fisik dan spiritual menuju alam lain. Para leluhur menyebut, keraton masih utuh di “alam halus”, hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki mata batin.
Kabut abadi yang kadang muncul mendadak di Trowulan dianggap sebagai tirai gaib, pembatas antara dunia manusia dan Majapahit yang tak kasat mata. Penjaga spiritual situs percaya bahwa kabut itu bukan fenomena alam biasa, melainkan tanda bahwa pintu antar dimensi telah terbuka.
Baca Juga: Masa Senja Sang Mahapatih: Mengulik Kisah Perjalanan Gajah Mada Menuju Moksa
Penjaga Halus dan Lorong Gaib
Beberapa spiritualis meyakini bahwa situs-situs seperti Candi Brahu, Kolam Segaran, dan Bajang Ratu dijaga oleh makhluk tak terlihat. Mereka disebut sebagai leluhur Majapahit yang tidak pernah meninggalkan tanahnya.
Ada pula cerita tentang lorong gaib yang hanya bisa dilewati oleh mereka yang memiliki “sabda sejati” atau melakukan laku tapa khusus.
Baca Juga: Mitos Naga dan Simbolisme dalam Kerajaan Majapahit! Yuk Baca Selengkapnya!
Gajah Mada dan Gerbang Pantai Selatan
Salah satu legenda paling terkenal menyebut Gajah Mada pernah melakukan perjalanan spiritual ke Pantai Selatan Jawa, menembus gerbang gaib dan bertemu dengan pasukan tak kasat mata.
Gerbang ini dipercaya sebagai titik pertemuan antara dunia manusia dan kekuatan alam, tempat di mana sumpah “Palapa” menjadi sakral.
Di balik bata merah dan kabut halus, Majapahit bukan sekadar sejarah—ia hidup dalam ingatan gaib dan spiritual tanah Jawa. Misteri ini mengingatkan kita bahwa tak semua warisan bisa disentuh, tapi tetap bisa dirasakan.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado