Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Lestarikan Sejarah Majapahit, Pria Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Kapal Pinisi Berkarakter Majapahitan

Moch. Chariris • Kamis, 7 Maret 2024 | 04:49 WIB

 

UNIK: Darminto menunjukkan kerajinan kapal pinisi di galerinya, di Desa Jatikulon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit).
UNIK: Darminto menunjukkan kerajinan kapal pinisi di galerinya, di Desa Jatikulon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. (foto: Misbakhul Ulum for Radar Majapahit).

RADARMOJOKERTO - Limbah kayu banyak dinilai tak berguna, bahkan kerap tak dimanfaatkan.

Lain halnya dengan Darminto, 50, warga Desa Jatikulon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ini.

BERNILAI SENI: Kerajinan Kapal Pinisi karya Darminto menggunakan perpaduan akar bambu dan limbah batang pohon. (foto: dok Darminto for Radar Majapahit)
BERNILAI SENI: Kerajinan Kapal Pinisi karya Darminto menggunakan perpaduan akar bambu dan limbah batang pohon. (foto: dok Darminto for Radar Majapahit)

Belakangan dia memanfaatkan limbah kayu menjadi barang bernilai tinggi.

Berbagai kerajinan mampu dibuatnya mulai dari hiasan rumah hingga mebel.

Darminto sudah menekuni usaha pahat kayu sejak 14 tahun silam.

Kini karyanya telah menjangkau pasar seni se-Jawa Timur. Bahkan dia tak mampu memenuhi pesanan.

”Kalau pun membuat produk ready, tidak bertahan lama. Setelah di-display biasanya langsung terbeli,” paparnya, Selasa (5/3).

Tidak hanya karakter wajah dan tongkat dari brungki (akar bambu), Darminto juga membuat amben, meja dan kursi, kolase, cermin, hingga kapal pinisi.

Bahan baku yang digunakan pun bervariatif. Misalnya, limbah akar bambu, limbah pohon nangka, hingga berbagai jenis kayu dari pohon tumbang.

Akan tetapi, tak jarang pula Darminto menerima bahan baku dari pelanggan.

”Semua jenis bahan bisa saya buatkan, namun saya memilih corak dan akar yang unik untuk menentukan modelnya,” jelasnya.

Harga yang dibanderol untuk kerajinan pahat kayu buatan Darminto bervariatif.

Tergantung tingkat kerumitan dan lamanya proses pembuatan.

Pilar ukir dibanderol sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu.

Sedangkan Rp 2 juta untuk kerajinan kapal pinisi.

Dibutuhkan waktu dua hari untuk membuat satu pilar dari batang pohon.

Satu bulan untuk membuat kapal pinisi kombinasi batang pohon serta akar bambu.

Dalam kerajinan ukirnya, Darminto selalu menerapkan motif pahat Majapahit, terutama Surya Majapahit.

Ia mengaku, hal tersebut dilakukan untuk menonjolkan ciri has dari Mojokerto dan sejarah Majapahit.

”Itu saya lakukan untuk mengangkat sejarah dan budaya yang tersimpan, agar tidak kalah dengan budaya daerah lain,” tuturnya.

Baca Juga: Ritual Upacara Melasti di Petirtaan Jolutundo, Upaya Penyucian Diri Menjelang Nyepi

Darminto menjelaskan kebanyakan karyanya digunakan sebagai hiasan di dalam rumah.

Ada pula yang digunakan sebagai kursi untuk usaha minuman bertema dan berkonsep lawas.

Tidak hanya dari Jawa Timur, pesanan yang diterima pun datang dari Jakarta hingga Riau.

Sedangkan kendala yang kerap dialami adalah cuaca yang tidak menentu.

Curah hujan tinggi membuat kayu semakin lama dikeringkan sebelum proses pemahatan. (wilda mifta)

 

Editor : Moch. Chariris
#sejarah #pinisi #majapahit