RADARMAJAPAHIT - Terakota adalah salah satu jenis kerajinan tembikar berbahan dasar tanah liat.
Di Bumi Majapahit, tak sedikit perajin terakota yang mampu menghasilkan karya hingga diminati pasar mancanegara.
Salah satunya adalah kerajinan terakota bentuk miniatur candi karya Dedik Setiawan, 38, warga Dusun Tegalan, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Ia mewarisi usaha kerajinan terakota miniatur candi milik keluarganya sejak 30 tahun silam.
Selama ini, ia mengerjakan pesanan terakota miniatur candi bersama sang kakak, Hadi Siswanto, di rumah.
”Usaha ini adalah usaha turunan dari bapak saya. Saya belajar membuat terakota sejak sekolah dasar,” ungkapnya, Jumat (2/2)
Terdapat berbagai ukuran miniatur candi yang dihasilkan. Seperti, miniatur candi berukuran 40 centimeter (cm), 1 meter, 1,5 meter, hingga 2,5 meter.
Bahan baku yang digunakan adalah tanah liat dengan campuran pasir yang sudah dihaluskan secara manual.
Wawan menggunakan alat cetakan khusus yang dibuatnya sendiri. ”Dalam dua bulan pernah sampai produksi 30 terakota miniatur candi,” tambahnya.
Membutuhkan waktu satu hingga dua bulan untuk memproduksi kerajinan terakota miniatur candi.
Mulai dari tahap pengolahan tanah, pencetakan, pengeringan, pengukiran motif, pembakaran, penyatuan komponen terakota, hingga proses pewarnaan.
”Untuk produksi terakota terbilang cukup lama, karena dilihat dari ukuran dan model. Paling cepat dalam satu kali produksi membutuhkan waktu satu hingga dua bulan,” ujarnya.
Wawan menjual kerajinan terakota miniatur candi dengan harga bervariatif, tergantung bentuk dan ukuran.
Terakota miniatur candi ukuran 40 cm dibanderol Rp 150 ribu, ukuran 80 cm Rp 300 ribu, ukuran 1 meter Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu, ukuran 1,5 meter Rp 1,2 juta, dan untuk ukuran 2,5 meter seharga Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta.
”Yang paling banyak dipesan pelanggan terakota miniatur candi, dengan ukuran 1,5 meter,” paparnya.
Wawan menjelaskan, meski tidak memproduksi miniatur candi dengan model spesifik, tetapi produknya memiliki ciri khas tersendiri.
Yaitu, miniatur candi dengan ukiran tradisional. Selama ini, ia menggunakan kayu, cutter, dan meteran untuk mengukir badan terakota miniatur candi.
”Motif candi saya buat sendiri secara manual, agar memiliki ciri khas berbeda,” imbuhnya.
Berkat karya seninya, Wawan mangaku mampu meraup omzet sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per bulan.
Pemesan kerajinan terakota miniatur candi dari berbagai daerah. Seperti Mojokerto, Bali hingga Perancis.
”Kebanyakan yang pesan dari warga lokal Mojokerto sendiri, biasanya digunakan sebagai benda hias,” pungkasnya. (putri fadiyah, nadya azzahra)
Editor : Moch. Chariris