Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mbah Singo Yudho, Sambiroto, Tokoh Penasihat Perang Mahapatih Gajah Mada

Moch. Chariris • Sabtu, 27 Januari 2024 | 03:22 WIB
JEJAK MAKAM: Pengunjung melihat area makam Mbah Singo Yudho yang ditumbuhi pohon beringin di Dusun/Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
JEJAK MAKAM: Pengunjung melihat area makam Mbah Singo Yudho yang ditumbuhi pohon beringin di Dusun/Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Makam Mbah Singo Yudho di Dusun/Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, diyakini sebagai makam dari tokoh penasihat Gajah Mada.

Gajah mada yang merupakan panglima perang dan patih berpengaruh pada Kerajaan Majapahit era Ratu Tribuana Tunggadewi dan Raja Hayam Wuruk.

KONDISI TERKINI: Pengunjung mengamati area luar Mbah Singo Yudho di Dusun/Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
KONDISI TERKINI: Pengunjung mengamati area luar Mbah Singo Yudho di Dusun/Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

Jasa patih Gajah Mada pada kerajaan tak lepas dari bantuan dari penasihatnya, yaitu Mbah Singo Yudho, bernama asli Syekh Sayudho.

”Mbah Singo Yudho dan Mbah Ronggolawe dulunya merupakan pemberontak Majapahit. Tetapi, Oleh Patih Gajah Mada, direkrut menjadi ahli nujum,” ungkap Basori, warga yang tinggal di sekitar Makam Mbah Singo Yudho, Jumat (26/1).

Basori menjelaskan, Mbah Singo Yudho merupakan orang yang dipercaya Mahapatih Gajah Mada untuk merawat pusaka perang.

Mbah Singo Yudho menjadi penasihat saat Patih Gajah Mada akan melakukan pertempuran untuk menaklukkan negara lain.

”Waktu zaman Majapahit Mbah Singo Yudho menjadi tokoh penasihat sebelum Patih Gajah Mada melakukan peperangan,” tambahnya.

Uniknya, Makam Mbah Singo Yudho tak nampak seperti makam pada umumnya. Makamnya terpendam di bawah pohon beringin besar. Di mana di bawah pohon beringin tersebut diyakini terdapat tiga makam.

Makam yang pertama yaitu Mbah Singo Yudho, Mbah Embo Bronto, dan Mbah Sido Ngelare. Makam ini dikelilingi pagar berwarna hijau.

”Di bawah pohon beringin aslinya ada tiga makam yang tertutup, pohon beringin itu dinamai beringin sungsang,” ujar Basori. Pada area sekitar makam, ditemukan pula beberapa makam yang identitasnya belum diketahui.

Pria 56 tahun ini menambahkan, masyarakat percaya bahwa di tempat ini juga Mbah Ronggolawe di makamkan. Tetapi, makamnya kemudian ditutup dengan bangunan musala.

Terdapat pula bangunan pendapa yang digunakan oleh pengunjung untuk beristirahat sejenak atau sekadar menenangkan diri. ”Jarang orang yang tahu kalau pesarean Mbah Ronggolawe ada di area sini,” tuturnya.

Masyarakat setempat meyakini Mbah Singo Yudho merupakan pepunden desa atau sosok yang mbabah Desa Sambiroto. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah.

Meliputi, Mojokerto, Pasuruan, Blitar, Madiun, Tulungagung, Ponorogo, hingga Probolinggo. Kegiatan rutin yang dilakukan di area makam Mbah Singo Yudho yaitu istigasah pada malam Jumat Kliwon.

”Kalau pengunjung masih banyak yang ke sini dengan tujuan tertentu,” pungkas Basori. (nadya azzahra)

Editor : Moch. Chariris
#makam #majapahit #mahapatih #Gajahmada