RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM – Majapahit merupakan kerajaan multikultural terhadap perubahan budaya yang masuk dari Gujarat, Timur Tengah maupun China.
Sehingga, banyak berinteraksi dengan peradaban Islam dari jalur India maupun Persia.
Kemudian, agama Islam masuk di Nusantara secara masal pada abad ke-13.
Majapahit menerima kedatangan mereka dengan baik. Bahkan, sejumlah petinggi kerajaan, seperti, Sayyid Abdurrahman Al Farsi atau Ki Ageng Jabung, turut hidup di era Majapahit.
Juru kunci makam Ki Ageng Jabung, Muhammad Toyyib menceritakan, Ki Ageng Jabung merupakan tokoh spiritual tertua, sekaligus ahli nujum atau perbintangan era Kerajaan Majapahit.
Kini, makam tersebut terletak di Dusun Jabung, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
”Menurut cerita turun temurun, Ki Ageng Jabung ini pernah mbabah alas atau membuka wilayah Desa Jabung untuk mendakwahkan ajaran Islam. Sekaligus rekan spiritual Syaikh Jumadil Qubro,” ujar pria 74 tahun ini, Senin (15/1).
Pemakaman ini tak jauh dari Makam Jago Panji Laras dan Petilasan Gajah Mada. Sehingga diyakini berkaitan dengan sejarah Desa Jabung.
Di samping itu, terdapat sejumlah makam kerabat di tempat tersebut. Seperti Ki Ageng Jabung, Ki Sablah, Ki Soegiek, Raden Panji, Raden I dan II.
”Sosok Ki Ageng Jabung ini berhasil mengislamkan putra mahkota Kerajaan Majapahit, Raden Panji. Makamnya berada di sisi timur Ki Ageng Jabung,” tuturnya.
Tak hanya itu, terdapat sebuah sumur yang diyakini sejumlah peziarah mujarab untuk kepercayaan tertentu.
Baca Juga: Kisah Mbah Cinde Amoh dan Mbah Sabuk Alu, Tokoh Prajurit dari Kerajaan Mataram
Bahkan, air sumur tersebut dimanfaatkan penduduk untuk kebutuhan konsumsi. ”Alhamdulilah, air sumur ini belum pernah kering walau musim kemarau tiba.
Sehingga membawa keberkahan bagi penduduk sekitar,” imbuhnya.
Belakangan, Makam Sayyid Abdurrahman ini ramai dikunjungi peziarah dari beragam daerah. Seperti, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Jawa Tengah, dan Jakarta.
Objek religi ini dibuka setiap hari untuk umum. ”Pada saat malam Jumat Legi, Jumat Pahing dan bulan Safar, ramai kunjungan peziarah,” tandas Muhammad Toyyib. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris