RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM - Batik dikenal sebagai salah satu warisan budaya tak benda, kini telah berkembang mengikuti ragam budaya daerah. Seperti batik khas Solo, Madura, Jogjakarta, hingga Majapahitan.
Seiring berkembangnya zaman, eksistensi batik kini telah merambah kalangan milenial. Bentuk dan model yang khas, menarik minat para pecinta batik. Salah satunya batik Majapahit bermotif Candi Wringin Lawang.
Seperti usaha batik Majapahit milik Yuliarni. Dibantu sang suami, Yuliarni membuat batik di rumahnya di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ia menekuni usahanya mulai tahun 2021 silam. ”Saya baru membuka usaha batik ini sekitar tiga tahun lalu,” ungkapnya, Selasa (19/12).
Berawal dari mengikuti pelatihan membatik di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Jatipasar, ia lantas memberanikan diri merintis usaha secara mandiri. Yuliarni kini mampu membuat berbagai macam motif batik khas Majapahit. Salah satu karyanya bermotif Candi Wringin Lawang. Selain itu, ada motif rumah Majapahitan dan masjid dengan aksen Majapahit.
”Karena saya tinggal di dekat Candi Wringin Lawang, jadi saya sering menggambar Candi Wringin Lawang,” Yuliarni. Selain memproduksi kain batik, ia juga membuka workshop.
Perempuan 42 tahun ini juga tak segan membagi ilmunya kepada para pelajar. Dalam kegiatan tersebut, ia menjelaskan teori membatik hingga praktik membatik secara langsung.
Dirinya juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar membatik, khususnya tentang motif Majapahitan. (nadya azzahra)
Editor : Moch. Chariris