Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Akar Bambu Disulap Jadi Karakter Hanoman hingga Hiasan Dinding

Chariris • Selasa, 31 Oktober 2023 | 19:16 WIB
INOVASI BARU: Hasil kerajinan olahan limbah akar bambu milik Setiawan Brungki, di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi.
INOVASI BARU: Hasil kerajinan olahan limbah akar bambu milik Setiawan Brungki, di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi.


BERAWAL dari kesulitan saat pengiriman kerajinan kursi dan meja dari bambu ke luar kota, Setiawan Brungki, 48, beralih membuat kerajinan patung yang berbahan dasar dari limbah akar bambu.





Bermodal peralatan seadanya, ia menyulap ruangan samping rumahnya, di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, itu menjadi tempat proses produksi kerajinan limbah akar bambu. Terdapat bermacam-macam potongan akar bambu kering. Mulai dari yang kecil hingga besar.





Dia memperoleh limbah akar bambu dari orang-orang sekitar yang dijual kepadanya. ”Jadi, kampung kami dikenal dengan kampung sentra kerajinan bambu. Bambunya jenis ori, sampah atau akarnya saya beli dari teman-teman sekitar kampung dengan harga Rp 5 ribu rupiah per biji,” ungkap Setiawan Brungki, (25/10.





Dikenal sebagai kampung sentra bambu, karena masyarakatnya memang mengolah kerajinan bambu. Seperti bayang (tempat tidur), meja dan kursi. Baru Setiawan Brungki saja yang mengolah limbah akar bambu menjadi inovasi yang unik. Hal tersebut dikarenakan kurang telatennya masyarakat setempat dalam proses pengolahan limbah akar bambu.





Mulanya, ia sudah menekuni mebel yang terbuat dari bambu sejak pindah ke Desa Mojogebang 2 tahun lalu. Namun, karena terkendala transportasi saat mengangkut barang yang dikirim ke luar kota menggunakan motor, ia memutar otak untuk membuat kerajinan dari bahan dasar bambu dengan inovasi baru yang lebih mudah jika dikirim ke luar kota.





Kini, kerajinan limbah akar bambu yang ditekuni sudah berjalan sekitar 5 bulan. Berbagai ragam jenis kerajinan yang dibuatnya. Seperti patung karakter adat Jawa blangkon, patung karakter Majapahit-an dengan rambut diikat atas, patung karakter kera (Hanoman), dan beberapa variasi asbak yang unik.





Setiap harinya, Setiawan Brungki mampu membuat dua hingga tiga jenis kerajinan. ”Untuk prosesnya mulai dari membersihkan akar bambunya. Memahatnya sesuai bentuk yang diinginkan. Yang terakhir diwarnai sesuai bentuk karakternya di bagian mata dan rambut, agar tidak sampai hilang nilai naturalnya. Namun, jika ada permintaan dari konsumen untuk di pernis, ya kita pernis,” imbuhnya.





Dengan tingkat kesulitan pembuatan kerajinan dari limbah akar bambu tersebut, ia mematok harga mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. Sementara, untuk penjualan kerajinan patung dari limbah akar bambu ini masih di wilayah Mojokerto dan sekitarnya, termasuk juga di salah satu tempat wisata di Mojokerto.





Meskipun penjualannya tidak setiap hari, namun seminggu sekali hasil kerajin tersebut dikirim ke tempat wisata untuk dijual dan dipamerkan. Ia berharap usaha kerajinan patung dari limbah akar bambu ini dilirik oleh pihak terkait agar dapat berkembang.





”Semoga ada perhatian dari pihak-pihak terkait untuk membantu melengkapi alat agar dapat menyerap tenaga kerja dan adanya pengetahuan IT untuk teman-teman sekitar sini untuk jangkauan penjualan yang lebih meluas,” tandasnya. (nadya talitah/moch. chariris)





Photo
Photo
KREATIF :Setiawan Brungki memahat patung karakter bahan dasar limbah akar bambu. (foto nadya talitah)





Editor : Chariris