Pernah Bertanya Senjata Apa yang Digunakan Prajurit Majapahit Saat Berperang? Ini Persenjataan yang Menopang Kekuatan Militernya

Redaksi Radar Mojokerto • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 18:06 WIB
Cetbang, keris, tombak, dan pedang menggambarkan sebagian persenjataan yang mendukung kekuatan militer Kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya.
Cetbang, keris, tombak, dan pedang menggambarkan sebagian persenjataan yang mendukung kekuatan militer Kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Di balik kejayaannya, kerajaan ini memiliki kekuatan militer yang didukung berbagai jenis persenjataan, mulai dari senjata tikam hingga artileri berbasis bubuk mesiu.

Berbagai senjata tersebut diketahui dari relief candi, temuan arkeologi, hingga catatan sejarah. Salah satu yang paling menarik perhatian ialah cetbang, senjata api kuno yang menjadi bukti kemajuan teknologi militer Majapahit pada masanya.

Baca Juga: Jangan Asal Membawa Pulang, Ini yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Benda yang Diduga Artefak Majapahit

Berikut beberapa senjata yang digunakan prajurit Majapahit saat berperang.

Cetbang merupakan senjata api berbahan perunggu yang menggunakan bubuk mesiu. Banyak sejarawan menyebut senjata ini sebagai salah satu ikon teknologi militer Majapahit.

Cetbang dipasang di kapal perang atau jong untuk menyerang musuh dari jarak jauh. Senjata ini juga hadir dalam beberapa varian, mulai dari cetbang isian depan, meriam coak (isian belakang), hingga bedil tombak yang dapat dibawa prajurit.

Keris menjadi senjata tikam yang identik dengan Majapahit. Selain digunakan saat bertempur, keris juga menjadi lambang kehormatan dan kedudukan seseorang.

Keris Majapahit dikenal memiliki bentuk sederhana dengan bilah tajam hasil tempaan para empu. Keahlian para empu inilah yang membuat keris Majapahit terkenal hingga ke berbagai daerah.

Tombak menjadi senjata utama pasukan infanteri. Gagangnya yang panjang membuat prajurit dapat menyerang lawan dari jarak yang lebih aman.

Relief pada sejumlah candi juga memperlihatkan tombak sebagai salah satu perlengkapan perang yang banyak digunakan pada masa Majapahit.

Selain tombak, prajurit juga menggunakan berbagai senjata tebas seperti pedang, klewang, dan golok.

Beberapa catatan bahkan menyebut hasil tempaan senjata Majapahit pernah diperdagangkan ke luar Nusantara, menunjukkan tingginya kemampuan industri logam kerajaan saat itu.

Baca Juga: Tak Hanya Membawa Majapahit ke Puncak Kejayaan, Hayam Wuruk Juga Dikenal Gemar Menari dan Menjadi Dalang.

Busur dan panah dimanfaatkan untuk menyerang musuh dari kejauhan sebelum pasukan utama bergerak.

Dalam sejumlah catatan, ujung anak panah juga disebut dapat diberi racun alami untuk meningkatkan daya serangnya.

Perisai menjadi perlengkapan pertahanan yang tidak kalah penting. Alat ini digunakan untuk menahan serangan senjata tajam maupun anak panah saat pertempuran berlangsung.

Keberagaman persenjataan tersebut menunjukkan bahwa Majapahit tidak hanya mengandalkan jumlah prajurit. Kerajaan ini juga memiliki kemampuan teknologi, industri logam, dan strategi militer yang menjadikannya sebagai salah satu kekuatan besar di Nusantara pada masanya.YOLANDA

Editor : Imron Arlado
senjata majapahit militer keris majapahit cetbang majapahit peninggalan bersejarah