JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Hayam Wuruk dikenal sebagai salah satu raja terbesar dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Di bawah kepemimpinannya, kerajaan mencapai puncak kejayaan dan memperluas pengaruh hingga ke berbagai wilayah Nusantara.
Hayam Wuruk lahir pada 1334 Masehi. Ia merupakan putra Tribhuwana Tunggadewi sekaligus cucu Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.
Baca Juga: Pesona Kampung Majapahit di Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto Pikat Wisatawan Mancanegara
Sejumlah catatan sejarah menyebut kelahirannya bertepatan dengan letusan Gunung Kelud dan gempa bumi di Panarukan. Pada masa yang sama, Mahapatih Gajah Mada juga mengucapkan Sumpah Palapa sebagai tekad mempersatukan Nusantara.
Saat berusia sekitar 16 tahun, Hayam Wuruk naik takhta menggantikan ibunya. Sejak saat itu, ia memimpin Majapahit bersama Mahapatih Gajah Mada.
Di bawah kepemimpinannya, Majapahit berkembang pesat. Kerajaan tidak hanya memperluas wilayah kekuasaan, tetapi juga mengalami kemajuan di bidang perdagangan, pemerintahan, dan kebudayaan.
Di balik keberhasilannya sebagai pemimpin, Hayam Wuruk ternyata memiliki sisi lain yang jarang diketahui. Ia dikenal sebagai sosok yang mencintai seni pertunjukan.
Berdasarkan catatan dalam Kakawin Nagarakretagama karya Mpu Prapanca yang kemudian dikaji oleh sejumlah sejarawan, Hayam Wuruk beberapa kali terlibat dalam berbagai pertunjukan seni di lingkungan istana.
Beberapa kegemaran Hayam Wuruk dalam bidang seni antara lain:
- Gemar menari dalam pertunjukan istana.
- Menjadi dalang dengan gelar Tirta Rajo.
- Memerankan tokoh Gagak Ketawang, karakter pelawak dalam pertunjukan wayang.
Keterlibatan Hayam Wuruk dalam seni menunjukkan bahwa kehidupan kerajaan tidak hanya berpusat pada urusan pemerintahan. Seni dan budaya juga menjadi bagian penting dalam aktivitas istana.
Baca Juga: Melihat Koleksi Artefak Peninggalan Majapahit di Museum Kaputren di Desa Klinterejo
Wayang, tari, dan berbagai pertunjukan pada masa itu bukan sekadar hiburan. Kesenian menjadi sarana menyampaikan pesan moral, melestarikan tradisi, sekaligus mempererat hubungan antara raja dengan masyarakat.
Kegemaran Hayam Wuruk terhadap seni juga menggambarkan sosok pemimpin yang dekat dengan kebudayaan. Ia tidak hanya dikenal karena keberhasilannya memimpin kerajaan, tetapi juga karena perannya dalam mendukung perkembangan seni pada masa Majapahit.YOLANDA
Editor : Imron Arlado