Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ekskavasi Sentonorejo Temukan 3 Lapis Kebudayaan, Diduga Permukiman Bangsawan Majapahit

Sofan Kurniawan • Sabtu, 4 Juli 2026 | 10:27 WIB
ARTEFAK: Petugas ekskavasi BP Kebudayaan Jawa Timur menata dan menginventarisasi temuan ekskavasi di Situs Sentonorejo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/7). (Sofan Kurniawan/JPRM)
ARTEFAK: Petugas ekskavasi BP Kebudayaan Jawa Timur menata dan menginventarisasi temuan ekskavasi di Situs Sentonorejo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/7). (Sofan Kurniawan/JPRM)

TROWULAN - Petugas Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur mulai mencuci dan mendata ratusan fragmen benda purbakala hasil ekskavasi di Situs Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/7). Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi lebih detail struktur dan fungsi temuan di kawasan yang diduga kuat sebagai pemukiman elit peninggalan kerajaan Majapahit tersebut.

Arkeolog Badan Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur, Muhammad Ikhwan, menjelaskan seluruh temuan yang dievakuasi dari situs saat ini didominasi oleh pecahan atau serpihan benda kuno. ’’Hasil temuan ekskavasi tersebut sangat beragam. Mulai dari pecahan guci merkuri, kendi, hingga gerabah yang berfungsi sebagai perabotan rumah tangga,’’ ujar Ikhwan di lokasi.

Berdasarkan analisis sementara di lapangan, tim arkeolog menemukan indikasi adanya tumpang tindih periodisasi sejarah di lokasi tersebut. Struktur tanah dan letak artefak menunjukkan tanda-tanda hunian dari beberapa zaman yang berbeda. ’’Di lokasi ekskavasi ini dimungkinkan ada tiga lapis budaya yang berbeda era. Namun, ini masih dalam tahap penelitian secara lebih lanjut dan belum menjadi hasil akhir,’’ imbuh Ikhwan.

BERNILAI HISTORIS: Tim arkeolog mengukur luas tata ruang dan struktur bangunan dalam ekskavasi di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Selasa (30/6). (Sofan Kurniawan/JPRM)
BERNILAI HISTORIS: Tim arkeolog mengukur luas tata ruang dan struktur bangunan dalam ekskavasi di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Selasa (30/6). (Sofan Kurniawan/JPRM)

Proses ekskavasi di Situs Sentonorejo sendiri sudah berlangsung sejak 24 Juni lalu dan dijadwalkan selesai pada 8 Juli mendatang. Meski baru separuh jalan, tim BPK Jatim telah mengantongi gambaran mengenai fungsi kawasan ini di masa lampau. Mengingat Trowulan merupakan pusat pemerintahan dan ibu kota Kerajaan Majapahit, karakteristik temuan di Sentonorejo memperkuat dugaan tata ruang kota masa lalu.

Dari hasil data sementara, para ahli memastikan Situs Sentonorejo dulunya merupakan kawasan permukiman elit yang dihuni oleh para bangsawan atau pejabat tinggi kerajaan. (fan/fen)

 

Editor : Rizal Amrulloh
#Kemenbud #mojokerto #BPK Wilayah Jatim #majapahit