MOJOKERTO - Infrasktuktur perairan di kota Majapahit berfungsi sebagai sarana pengendali banjir. Di sisi lain, waduk hingga saluran air juga berguna sebagai sumber irigasi pertanian.
Analisis para peneliti menunjukkan, belasan waduk yang ditemukan di bekas ibu kota Majapahit diyakini saling terhubung. Sebagai contoh, beberapa waduk kuno yang kini telah lenyap memiliki aliran yang menyambung dengan bendungan kuno, seperti Kolam Segaran di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, yang hingga kini masih eksis.
Tak hanya itu, penampungan air ini juga terintegrasi dengan kanal-kanal kecil yang membentang di ibu kota Majapahit. Kanal dan bendungan itu dibangun untuk mengelola air, kata Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Tommy Raditya Dahana.
Waduk-waduk itu menampung hujan dan air dari kawasan pegunungan. Walhasil, air yang melimpah tak membanjiri permukiman karena langsung disalurkan lewat kanal dan saluran air menuju sungai dan sawah. ”Meskipun saat ini belum ada kajian jaringan yang menyambung dengan Situs Saluran Air Nglinguk, tapi ada kemungkinan situs ini menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir dan irigasi di masa Majapahit,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Rizal Amrulloh