Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Situs Klinterejo dan Kumitir di Mojokerto Dipugar, Tim Arkeolog Sasar Area Pagar Keliling 

Martda Vadetya • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:46 WIB
REKONSTRUKSI: Pagar keliling sisi utara kompleks Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, bakal jadi sasaran pemugaran. (foto: Martda Vadetya)
REKONSTRUKSI: Pagar keliling sisi utara kompleks Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, bakal jadi sasaran pemugaran. (foto: Martda Vadetya)

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Serangkaian tahapan pemugaran Situs Klinterejo dan Kumitir mulai digeber. Meski prosesnya berlangsung selama delapan bulan, tidak seluruh area situs disasar rekonstruksi oleh tim arkeolog.

Di Situs Klinterejo, pemugaran nantinya menyasar area pagar keliling sisi utara kompleks bangunan suci era Majapahit tersebut.

Pagar sepanjang 183 meter yang membentang dari timur ke barat kondisinya bakal dipugar dengan beberapa lapis bata. 

’’Untuk Situs Klinterejo rencananya nanti pemugarannya di area utara, tidak sampai ke area inti,’’ ujar Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, kemarin (19/5).

Sehingga pemugaran hanya dilakukan pada beberapa titik tertentu dari total luas area situs yang mencapai 6 hektare.

Hal serupa diterapkan pada Situs Kumitir. Pemulihan fisik bangunan kuno ini menyesuaikan data yang dikantongi tim arkeolog.

’’Pemugaran ini diprioritaskan di lahan yang sudah dibebaskan saja. Jadi bertahap,’’ terang Riedy.

Di samping merekonstruksi struktur bangunan kuno, tim arkeolog diagendakan untuk menggelar ekskavasi lanjutan di Situs Klinterejo.

Penggalian arkeologis nantinya menyasar area lapangan desa atau tengah kompleks bangunan kuno tinggalan Raja Hayam Wuruk tersebut. Sebaliknya, ekskavasi tidak digelar di Situs Kumitir.

’’Hasil ekskavasi itu nanti datanya untuk pemugaran (Situs Klinterejo, Red) di tahun depan,’’ tambah Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani.

Ia menuturkan, saat ini tim arkeolog masih melakukan persiapan pemugaran. Itu karena banyak aspek yang mesti dirancang selama pemugaran berlangsung 8 bulan penuh.

’’Sekarang masih menyiapkan sarpras atau werkit untuk kegiatan administrasi dan teknisnya,’’ tandas Endah. 

Tahap ini dilalui tim arkeolog setelah menggelar sosialisasi di masing-masing desa pada pertengahan April lalu.

Pemugaran ini dilakukan sebagai tahap lanjutan dari langkah pelestarian serta perlindungan situs bersejarah di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan. (vad/fen) 

Editor : Martda Vadetya
#balai pelestarian kebudayaan jawa timur #hayam wuruk #Situs Kumitir #mojokerto #majapahit