JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Sebanyak 56 biksu yang sedang menjalani ritual jalan kaki atau Thudong dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, tiba dan singgah di wilayah Mojokerto.
Sabtu (16/5) malam, rombongan biksu yang berasal dari Thailand, Myanmar, Laos, dan Malaysia, tersebut kemudian bermalam di Kelenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto.
Kemarin (17/5) pagi, para biksu lantas melanjutkan perjalanan spiritual mereka menuju kawasan cagar budaya nasional di Trowulan.
Romo Sariono, pengurus Mahavihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, mengungkapkan, perjalanan spiritual kali ini mengusung tema Walk for Peace atau perjalanan untuk perdamaian.
Dia juga bersyukur sekaligus mengapresiasi atas kedatangan para pejalan spiritual tersebut.
”Kami merasa senang dan bangga bisa disinggahi puluhan bhikhu dalam perjalanan Thudong 2026 kali ini. Mereka kami siapkan menginap di mahavihara, lalu keesokan harinya (hari ini, Red) melanjutkan perjalanan kembali,” ujar Romo Sariono.
Selain beristirahat di mahavihara, puluhan biksu tersebut juga memanfaatkan waktu singgah mereka untuk mengunjungi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Salah satu lokasi utama yang dikunjungi adalah Candi Brahu, Desa Bejijong.
Di situs purbakala tersebut, kemudian mereka menggelar ritual Pradaksina. Ritual ini dilakukan dengan cara berjalan kaki mengitari bangunan candi sebagai bentuk penghormatan religius.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dan ritual di Trowulan, keesokan harinya ke-56 biksu ini kembali melanjutkan perjalanan panjang menuju titik akhir di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (fan/ris)
Editor : Martda Vadetya