Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Halaman Kantor Pemkab Mojokerto Dipenuhi Prajurit dan Kapal Majapahit, Ada Apa? 

Sofan Kurniawan • Senin, 11 Mei 2026 | 18:00 WIB
REPLIKA KAPAL MAJAPAHIT: Tatang Marhaendrata, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto, muncul di tengah panggung memerankan seorang resi dalam sendratasik kolosal Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto di halaman kantor Pemkab, Sabtu (9/5). (foto: JPRM)
REPLIKA KAPAL MAJAPAHIT: Tatang Marhaendrata, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto, muncul di tengah panggung memerankan seorang resi dalam sendratasik kolosal Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto di halaman kantor Pemkab, Sabtu (9/5). (foto: JPRM)

Sabtu pagi, 9 Mei 2026, halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto di Jalan A. Yani, Kota Mojokertom riuh tak seperti hari libur biasanya. Suara gamelan bertalu-talu bersahut dengan nada terompet dan saksofon, memecah suasana khidmat menjadi ruang pertunjukan yang megah.

SOFAN KURNIAWAN, Kabupaten

TARI kolosal garapan sutradara Setu Raharjo menjadi sajian utama dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto.

Di tangan Setu Raharjo, kisah kejayaan Majapahit tidak sekadar dipentaskan sebagai romantisme sejarah, tetapi mengalir menjadi tafsir kebudayaan yang menceritakan dinamika perjalanan pemerintahan dari masa ke masa.

Adegan demi adegan menggambarkan awal pemerintahan Majapahit, pergantian masa kepemimpinan, hingga datangnya paceklik yang mengguncang kerajaan.

Namun, pemerintahan terus berjalan dan bangkit menjadi negeri makmur, gemah ripah loh jinawi. ’’Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pengingat dan edukasi sejarah,’’ ujar Setu.

Kekuatan pertunjukan semakin terasa melalui garapan musik Tutuko Aji. Dalang muda tersebut menggabungkan gamelan yang notabene merupakan alat musik pentatonik dengan instrumen diatonik Barat, seperti terompet dan saksofon.

Perpaduan itu menghadirkan warna musikal megah bernuansa kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisi Jawa.

Di sela pertunjukan, narasi sastra yang dibawakan Kukun Triyoga terdengar menggugah. Suara menggelegar dan intonasi tegas membangkitkan semangat, membawa penonton larut ke dalam kedalaman cerita.

Kejutan hadir ketika Tatang Marhaendrata muncul di tengah panggung. Pria yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Mojokerto ini memerankan seorang resi. Kehadirannya sontak memancing tepuk tangan penonton. 

Terutama kalangan ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto yang tak menyangka pejabat pemerintahan turut larut dalam pentas seni teater tradisi tersebut.

Sendratasik kolosal itu juga menjadi ruang kolaborasi lintas generasi. Setu melibatkan puluhan penari dan pengrawit mulai tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Mojokerto.

Mereka tampil penuh energi, membangun atmosfer megah yang membuat halaman pemkab pagi itu berubah layaknya panggung Kerajaan Majapahit.

Perayaan HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto pun terasa lebih dari sekadar seremoni tahunan.

Lewat karya ’’Nusantara Bersatu’’, sejarah, seni tradisi, dan semangat kebersamaan dirajut menjadi satu panggung kebudayaan yang hidup-menjadi penanda warisan Majapahit masih terus berdenyut di tanah Mojokerto. (fen)

Editor : Martda Vadetya
#kapal #majapahit #kabupaten mojokerto #prajurit