JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Optimalisasi potensi cagar budaya konsisten dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Salah satunya, dengan mendukung penuh kegiatan pemugaran Situs Bhre Kahuripan atau Klinterejo yang dilakukan oleh Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur.
Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin menuturkan, tahap awal pemugaran dengan menggelar sosialisasi pada warga telah dilakukan pada 16 April lalu di balai desa.
Selain warga, turut hadir Forkopimca Sooko, Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani.
"Kami hadirkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ketua RT, RW, BPD, LPM dan tokoh masyarakat. Dan seluruhnya mendukung penuh upaya pelestarian cagar budaya ini," ungkapnya, Kamis (30/4).
Ia menuturkan, dukungan masyarakat sekitar sangat penting bagi kelangsungan kegiatan pemulihan fisik pada struktur bangunan suci era Kerajaan Majapahit tersebut.
Harapannya, kegiatan tim arkeolog di lapangan bisa berlangsung dengan lancar tanpa hambatan.
Apalagi, pemugaran pada situs berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi tersebut berlangsung selama 8 bulan kedepan.
"Lewat sosialisasi ini, supaya tidak ada salah paham dengan warga. Bahwa tim yang bekerja di situs tidak melakukan pengerusakan, tetapi justru melaksanakan pemugaran," sebut Abidin.
Ia menyebut, pemugaran merupakan salah satu tahapan penting dalam pemanfaatan potensi cagar budaya di desa dengan tiga dusun ini.
Dengan begitu, fisik candi pendarmaan Tribhuwana Tunggadewi nantinya akan tampak lebih utuh.
Sehingga, nantinya pemanfaatan sektor wisata sejarah yang turut melibatkan pemdes diharapkan bisa lebih optimal.
"Di samping itu, situs peninggalan Majapahit ini juga menjadi ikon desa yang harapannya bisa memberi manfaat besar bagi warga juga," tandas kades.
Saat ini, tim arkeolog tengah melakukan tahap persiapan teknis di lokasi. Langkah pelestarian cagar budaya ini juga bertujuan untuk mendukung kepentingan ilmu pengetahuan. (vad)
Editor : Martda Vadetya