JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Pemkab Mojokerto bakal menggulirkan ekskavasi situs cagar budaya. Menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, penggalian arkeologis diagendakan digelar pada akhir tahun nanti.
’’Untuk ekskavasi dari pemkab insya Allah akan kita laksanakan di P-APBD nanti,’’ ungkap Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, kemarin (6/4).
Dia menjelaskan, salah satu upaya pelestarian cagar budaya ini belum bisa digelar pada tahun anggaran berjalan. Itu karena kegiatan ini terdampak efisiensi anggaran yang dialami pemerintah daerah.
’’Karena efisiensi (anggaran, Red) itu, sehingga nanti pelaksanaannya kita sesuaikan di akhir tahun,’’ terangnya.
Praktis, saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan banyak soal rencana kegiatan ekskavasi yang akan dilakukan mendatang. Termasuk, sasaran situs cagar budaya mana yang bakal digali dan berapa lama tim arkeologi melaksanakan kegiatan pelestarian tersebut.
’’Sementara masih belum (ditentukan, Red), nanti kita tunggu rekomendasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur,’’ tukas Riedy.
Sedianya, Pemkab Mojokerto rutin setiap tahun sekali menggelar ekskavasi cagar budaya bersama Balai Pelesatarian Kebudayaan Jawa Timur. Sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Mojokerto jadi sasaran kegiatan penelusuran arkeologis tersebut.
Terakhir kali, ekskavasi dilakukan di kompleks Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, pada 11-15 Agustus 2025 lalu.
Baca Juga: Misteri di Balik Candi Tikus, Teknologi Air Majapahit yang Selangkah Lebih Maju dari Zamannya
Ekskavasi selama lima hari dari pemkab itu digelar untuk menelusuri sebaran pagar keliling selatan tempat pendarmaan Tribhuwana Tunggadewi tersebut. (vad/fen)
Editor : Martda Vadetya