JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Puluhan situs di Kawasan Cagar Budaya Penanggungan disisir petugas gabungan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dan Disbudpar Provinsi Jatim.
Selain melakukan pengawasan, tim gabungan melakukan penguatan data pada situs bersejarah di Gunung Pawitra tersebut.
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo menuturkan, kegiatan yang berlangsung pada Januari lalu itu bagian monitoring rutin yang dilakukan Pemprov Jatim bersama pemkab.
Sedikitnya 28 situs bersejarah jadi sasaran penyisiran petugas. Mulai dari Candi Selokelir, Candi Kama hingga Candi Carik.
’’Ini kegiatan rutin untuk melakukan pengawasan dan perawatan cagar budaya di kawasan Gunung Penanggungan. Bedanya, saat ini kita juga lakukan pendataan ulang untuk penguatan basis data,’’ terangnya, Jumat (6/2).
Kegiatan patroli terhadap situs cagar budaya ini dilakukan bertahap. Petugas tak hanya melakukan pendataan, tetapi juga melakukan perawatan pada sejumlah cagar budaya peninggalan era klasik tersebut. Salah satunya, membersihkan bangunan situs.
’’Monitoring ini sekaligus memantau situasi terkini pada situs-situs tersebut. Kalau ada yang butuh perawatan atau kerusakan supaya bisa segera ditangani,’’ beber Riedy.
Selama melakukan penyisiran, petugas tidak menemukan situs yang rusak atau butuh penanganan serius.
Meski begitu, potensi bencana dari cuaca ekstrem yang belakangan terjadi masih membayangi situs-situs tersebut.
Terlebih, puluhan objek bersejarah tersebut berada di lereng gunung yang curam dan rawan longsor.
’’Kalau ada situs yang kena longsor, bisa langsung ditangani. Tapi kemarin tidak ada, aman semua,’’ tukasnya. (vad/fen)
Editor : Martda Vadetya